Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Sarankan Tambah Protein

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 16:54 WIB 2
Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Sarankan Tambah Protein

Olahan ubi dengan topping cream cheese sedang ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap lezat dan praktis. Di balik tren itu, dokter mengingatkan bahwa menu tersebut sebaiknya tidak hanya mengandalkan karbohidrat dan lemak, melainkan juga dilengkapi protein agar gizinya lebih seimbang.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK menjelaskan, kombinasi ubi dan cream cheese bukan hal baru, karena sebelumnya pola serupa sudah populer pada roti. Menurutnya, masyarakat dapat memodifikasi sajian itu dengan tambahan bahan bergizi lain supaya lebih bermanfaat bagi tubuh.

Ubi Cream Cheese dan Gizi

Menurut dr Tjandraningrum, ubi cream cheese pada dasarnya merupakan variasi menu yang menggabungkan karbohidrat dan lemak. Ia menilai kombinasi ini tidak salah, tetapi belum tentu cukup bila dijadikan satu-satunya pilihan makan.

Ia menjelaskan, tren serupa juga pernah terjadi ketika cream cheese lebih sering dipadukan dengan roti. Kini, ubi menjadi bahan dasar yang lebih populer, karena rasanya mudah diterima dan tampilannya menarik di media sosial.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ubi dan cream cheese saja cenderung rendah protein. Kondisi itu membuat komposisi zat gizi belum ideal untuk sekali makan, terutama bila menu tersebut dikonsumsi secara rutin.

Protein pada Ubi Cream Cheese

Dalam penjelasannya, dr Tjandraningrum menyebut protein memiliki peran penting dalam menjaga massa otot. Protein juga membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak setelah aktivitas harian.

Selain itu, protein dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana. Karena itu, tambahan protein dinilai penting agar sajian ubi cream cheese tidak cepat membuat lapar kembali.

Ia mencontohkan, ubi cream cheese tanpa pelengkap protein hanya menyumbang protein dalam jumlah kecil. Dalam satu porsi, kandungannya bahkan disebut bisa jauh di bawah kebutuhan protein sekali makan.

Tambahan Sehat untuk Menu

Untuk membuatnya lebih seimbang, masyarakat disarankan menambahkan sumber protein lain ke dalam menu ubi. Pilihan yang bisa digunakan antara lain edamame, kacang, atau telur sebagai pelengkap yang lebih bergizi.

Menurut dr Tjandraningrum, telur tidak hanya menyediakan protein, tetapi juga lemak baik yang dibutuhkan tubuh. Sementara edamame dan kacang dapat menjadi alternatif praktis bagi mereka yang ingin variasi rasa.

Dengan tambahan tersebut, menu ubi cream cheese dapat menjadi lebih lengkap dan tidak hanya bertumpu pada karbohidrat. Pola seperti ini juga lebih mendekati kebutuhan makan yang seimbang dalam satu sajian.

Ubi Cream Cheese yang Seimbang

Temuan dalam jurnal Diabetes Care menunjukkan bahwa konsumsi protein bersama makanan sumber karbohidrat dapat memperlambat pengosongan lambung. Hal ini membuat kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap.

Karena itu, kombinasi karbohidrat dan protein dinilai lebih baik dibandingkan hanya mengonsumsi karbohidrat dengan topping tinggi lemak atau gula. Prinsip ini penting agar tubuh mendapat energi yang lebih stabil setelah makan.

Dr Tjandraningrum menegaskan, kebutuhan protein sekali makan umumnya berada di kisaran 10 hingga 20 gram. Sementara ubi dan cream cheese saja disebut hanya menyumbang sekitar 2 gram protein, sehingga perlu diperkaya dengan bahan lain.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!