Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Risiko Gosong

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 20:27 WIB 2
Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Risiko Gosong

Ubi cream cheese panggang tengah ramai dibicarakan di media sosial karena aroma smoky, tekstur lembut, dan tampilan kecoklatan yang dianggap menggugah selera. Meski dinilai lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, ahli gizi mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan cara memasaknya.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menegaskan ubi pada dasarnya aman diolah dengan berbagai metode selama tidak menambah banyak kalori. Namun, ia menyoroti bagian ubi yang terlalu gosong atau kehitaman karena berisiko mengandung akrilamid jika dikonsumsi berlebihan.

Ubi cream cheese dan risiko

Tren ubi cream cheese muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap camilan yang dianggap lebih ringan dibanding dessert berbahan tepung. Kombinasi ubi, krim keju, dan proses pemanggangan membuat makanan ini terasa manis dengan sentuhan gurih.

Popularitasnya juga didorong oleh tampilan yang menarik dan mudah dibagikan di media sosial. Banyak orang menyukai permukaan yang kecoklatan karena dinilai memberi aroma khas dan rasa lebih karamel.

Meski demikian, penampilan yang terlalu gelap tidak selalu berarti lebih baik. Justru, bagian yang terlalu hangus perlu diwaspadai karena berkaitan dengan pembentukan senyawa yang tidak diinginkan.

Ahli gizi menilai kecenderungan masyarakat mengejar rasa smoky perlu diimbangi dengan pemahaman soal keamanan pangan. Dengan begitu, tren kuliner tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Cara memasak yang lebih aman

dr Tjandraningrum menjelaskan ubi dapat dimasak dengan cara di oven, dikukus, atau dibakar di atas arang. Menurutnya, metode tersebut relatif aman selama tidak menambah terlalu banyak kalori dari bahan tambahan.

Ia menekankan bahwa cara pengolahan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas gizi. Penggunaan minyak berlebih, gula tambahan, atau topping tinggi kalori dapat membuat camilan ini kehilangan nilai sehatnya.

Pemanasan yang merata juga penting agar ubi matang tanpa harus terbakar pada bagian luar. Karena itu, durasi dan suhu memasak perlu diperhatikan dengan cermat.

Dengan teknik yang tepat, ubi tetap bisa menghadirkan tekstur lembut dan rasa manis alami. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik untuk camilan harian dibanding olahan yang digoreng.

Bahaya permukaan gosong

Dokter mengingatkan agar ubi yang dibakar tidak sampai gosong, terutama pada bagian yang langsung terkena panas. Bagian hitam pada permukaan makanan sering kali menjadi indikator bahwa proses pemanggangan sudah terlalu jauh.

Menurutnya, bagian yang hangus berkaitan dengan peningkatan risiko kanker jika dikonsumsi terlalu sering. Kondisi tersebut terjadi karena munculnya senyawa yang tidak disarankan masuk ke tubuh dalam jumlah besar.

Ia juga menyebut akrilamid dapat terbentuk pada makanan berpati yang dipanaskan pada suhu tinggi. Ubi termasuk bahan pangan yang perlu diwaspadai jika proses bakarnya berlebihan.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak mengonsumsi ubi yang terlalu kehitaman. Langkah sederhana seperti memangkas bagian yang gosong dapat membantu menurunkan paparan senyawa berisiko.

Tips nikmati ubi sehat

Untuk tetap menikmati ubi cream cheese, masyarakat dapat memilih pemanggangan yang cukup hingga matang tanpa membakar permukaannya. Warna coklat muda umumnya lebih aman dibandingkan bagian yang gelap dan keras.

Penggunaan krim keju juga sebaiknya tidak berlebihan agar kandungan lemak dan kalorinya tetap terkendali. Jika ingin rasa lebih ringan, masyarakat dapat menambahkan topping dalam porsi kecil.

Ubi kukus dapat menjadi alternatif yang lebih aman bagi mereka yang ingin menghindari proses pembakaran. Pilihan ini tetap mempertahankan rasa manis alami tanpa risiko gosong pada permukaan.

Dengan memperhatikan cara olah, ubi cream cheese tetap bisa menjadi camilan yang lezat dan relatif sehat. Kuncinya terletak pada porsi, suhu memasak, dan menghindari bagian yang hangus.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!