Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Batas Konsumsi

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 08:34 WIB 3
Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Batas Konsumsi

Ubi cream cheese tengah menjadi camilan viral di media sosial karena dianggap lebih sehat dibanding dessert lain. Namun, pakar gizi klinik mengingatkan bahwa makanan ini tetap perlu dikonsumsi dengan porsi terukur agar asupan gula, lemak, dan kalori tidak berlebihan.

dr. Tjandraningrum, SpGK menjelaskan, porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar berada di kisaran 100 hingga 150 gram ubi per sekali makan. Menurutnya, jumlah itu setara dengan pengganti satu porsi karbohidrat, tergantung kebutuhan kalori harian masing-masing orang.

Ubi Cream Cheese dan Porsi

Ubi memang kerap dipilih sebagai alternatif sumber karbohidrat karena dinilai lebih bernutrisi dibanding dessert berbahan dasar tepung dan gula tinggi. Meski begitu, statusnya sebagai bahan yang lebih sehat tidak otomatis membuatnya bebas dikonsumsi tanpa batas.

dr. Tjandraningrum menegaskan bahwa porsi ubi cream cheese sebaiknya menyesuaikan kebutuhan energi harian. Ia menyebut, porsi 100 hingga 150 gram ubi per sekali makan masih tergolong wajar untuk sebagian orang.

Dalam praktiknya, ubi tersebut dapat diposisikan sebagai pengganti nasi, bukan tambahan dari konsumsi karbohidrat lain. Dengan begitu, total asupan energi tetap lebih mudah dikendalikan.

Ia juga menekankan bahwa ukuran porsi menjadi penting karena satu sajian makanan penutup sering kali tidak disadari mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, manfaat ubi sebagai sumber karbohidrat kompleks dapat berkurang.

Serat Ubi dan Manfaat

Dibanding nasi putih, ubi memiliki kandungan serat yang lebih tinggi sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Sifat ini membuat ubi kerap dipilih oleh masyarakat yang ingin mengatur pola makan dengan lebih baik.

Meski demikian, manfaat serat tersebut tidak selalu bertahan jika ubi disajikan dengan topping yang tinggi gula dan lemak. Komposisi tambahan itu dapat mengubah karakter makanan yang semula sederhana menjadi dessert tinggi kalori.

Menurut penjelasan dokter, pemilihan topping menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas gizi camilan ini. Karena itu, konsumen perlu lebih cermat saat menikmati ubi cream cheese agar tidak terjebak pada anggapan sehat semata.

Pengolahan yang sederhana akan jauh lebih baik dibandingkan tambahan bahan manis berlapis-lapis. Dengan cara ini, ubi tetap dapat dinikmati tanpa menghilangkan keuntungan alaminya sebagai sumber serat.

Cream Cheese Perlu Dibatasi

Penggunaan cream cheese menjadi perhatian utama karena bahan ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dipakai terlalu banyak, kandungan kalorinya dapat meningkat tajam dalam satu porsi.

dr. Tjandraningrum menyarankan agar cream cheese digunakan tipis saja. Ia menyebut kisaran 20 hingga 30 gram masih berada dalam batas wajar untuk satu sajian.

Pembatasan ini penting karena cream cheese sering menjadi komponen yang paling mudah menambah rasa gurih dan creamy pada makanan. Di sisi lain, karakter tersebut juga membuat konsumsinya perlu lebih dikendalikan.

Ia menilai, semakin sedikit bahan tinggi lemak yang dipakai, semakin mudah pula makanan ini disesuaikan dengan kebutuhan harian. Hal itu terutama penting bagi orang yang tengah menjaga berat badan atau asupan lemak jenuh.

Tips Konsumsi Seimbang

Selain cream cheese, tambahan seperti susu kental manis, gula, dan butter juga dapat meningkatkan total kalori ubi cream cheese. Kombinasi bahan tersebut berpotensi membuat satu porsi kecil terasa jauh lebih berat bagi tubuh.

Karena itu, konsumsi dessert viral ini sebaiknya tetap menyesuaikan kebutuhan kalori harian masing-masing orang. Penyesuaian tersebut menjadi penting agar camilan tidak mengganggu pola makan utama.

Jika ingin tetap menikmatinya, masyarakat disarankan memilih porsi kecil dan tidak menambah terlalu banyak topping manis. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga keseimbangan gizi tanpa harus sepenuhnya menghindari camilan yang sedang tren.

Dengan pemahaman yang tepat, ubi cream cheese masih dapat menjadi pilihan sesekali, bukan menu harian. Kuncinya adalah membatasi porsi, mengontrol topping, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!