Tumbler Rusak Diduga Picu Keracunan Timbal di Taiwan

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 04:02 WIB 3
Tumbler Rusak Diduga Picu Keracunan Timbal di Taiwan

Seorang pria berusia 50-an di Taiwan diduga mengalami keracunan timbal setelah memakai termos minum yang sudah rusak selama lebih dari 10 tahun. Kasus ini terungkap melalui sebuah program televisi yang dipandu nefrolog Dr Hong, ketika korban datang dengan gejala linglung usai mengalami kecelakaan kecil saat berkendara menuju tempat kerja.

Pemeriksaan medis menunjukkan kondisi yang jauh lebih serius, yakni anemia berat, atrofi otak, dan fungsi ginjal yang tidak normal. Temuan itu memicu dugaan bahwa botol minum yang digunakan sehari-hari menjadi sumber paparan logam berat yang secara perlahan merusak kesehatan korban.

Risiko Tumbler Rusak

Menurut Dr Hong, lapisan dalam termos yang sudah aus dapat menjadi sumber masalah bila terus dipakai untuk minuman panas. Saat permukaan bagian dalam tergores, retak, atau berkarat, logam berisiko larut ke dalam cairan yang diminum pengguna.

Kondisi tersebut menjadi lebih berbahaya jika botol dipakai setiap hari dalam jangka panjang. Paparan yang terjadi sedikit demi sedikit dapat mengganggu sistem saraf, fungsi ginjal, dan kondisi kesehatan secara umum.

Dalam kasus ini, pria tersebut disebut tetap memakai tumbler yang sama untuk kopi hampir setiap hari selama lebih dari satu dekade. Saat diperiksa, bagian dalam wadah itu ditemukan rusak parah dengan tanda goresan, retakan, dan karat.

Gejala Keracunan Timbal

Korban awalnya mengalami kehilangan orientasi saat mengemudi dan menabrak sebuah tempat makan tanpa sempat mengerem. Ia beruntung tidak terluka dalam insiden tersebut, namun pemeriksaan lanjutan justru membuka masalah medis yang lebih berat.

Hasil laboratorium menunjukkan adanya anemia berat, atrofi otak, dan gangguan fungsi ginjal. Dr Hong kemudian menilai gejala kelelahan dan perubahan rasa yang dialami pasien, termasuk sering merasa makanan tidak cukup asin, sebagai petunjuk paparan logam berat.

Kombinasi gejala itu akhirnya mengarah pada diagnosis keracunan timbal. Setelah kondisi korban terus memburuk, gejalanya berkembang menjadi demensia progresif hingga ia mengalami pneumonia aspirasi dan meninggal sekitar setahun kemudian.

Minuman yang Perlu Diwaspadai

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua jenis minuman aman disimpan lama di dalam termos atau tumbler. Minuman kaya protein seperti susu kedelai dan susu sapi sebaiknya segera dikonsumsi agar tidak disimpan lebih dari dua jam.

Minuman asam atau basa juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko pelepasan logam bila wadah sudah tua atau rusak. Kelompok minuman itu mencakup jus, kopi, teh, air lemon, dan obat herbal.

Untuk keamanan, penggunaan tumbler sebaiknya dibatasi pada air putih bila kondisi wadah sudah tidak optimal. Cara ini dinilai lebih aman untuk mengurangi risiko kontaminasi dan pertumbuhan bakteri.

Cara Memilih Tumbler Aman

Pemeriksaan rutin terhadap kondisi botol minum menjadi langkah penting agar risiko kesehatan bisa ditekan sejak awal. Wadah perlu segera diganti jika muncul perubahan warna, karat, atau goresan pada bagian dalam.

Ahli juga menyarankan memilih baja tahan karat kelas 304 karena memiliki ketahanan karat yang lebih baik. Selain itu, tutup dan segel silikon dinilai lebih disarankan dibandingkan bahan plastik untuk penggunaan jangka panjang.

Sebelum dipakai, termos baru sebaiknya dibersihkan dengan air sabun hangat dan direndam semalaman untuk membantu menghilangkan sisa bahan kimia. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi langkah awal menjaga keamanan penggunaan botol minum sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!