Tiwi Nurhasanah Sukses Kembangkan Bisnis Madu Garut

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 16:52 WIB 2
Tiwi Nurhasanah Sukses Kembangkan Bisnis Madu Garut

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang kuat. Melalui Rumah Madu Simpul Hati, ia membangun bisnis budidaya lebah yang kini menopang pendidikan tiga anaknya. Dari madu mentah hingga produk turunan, usahanya tumbuh seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap produk lokal.

Perjalanan Tiwi tidak hanya soal dagang, tetapi juga soal edukasi dan pemberdayaan. Ia ingin masyarakat lebih mengenal manfaat lebah Nusantara, sekaligus percaya bahwa madu dalam negeri memiliki kualitas yang mampu bersaing. Dukungan pembinaan dari Pertamina turut memperkuat langkahnya dalam mengembangkan UMKM berbasis sumber daya alam.

Bisnis madu dari Garut

Rumah Madu Simpul Hati menjadi titik awal perubahan ekonomi keluarga Tiwi. Usaha ini berawal dari budidaya lebah yang kemudian berkembang menjadi penjualan madu mentah dan olahan. Permintaan pasar yang stabil membuat bisnis tersebut terus bertahan dan berkembang.

Selain madu, Tiwi juga mengolah propolis, royal jelly, dan bee pollen. Produk turunan itu memberi nilai tambah yang lebih besar dibanding penjualan bahan mentah semata. Keberagaman produk membuat usahanya lebih adaptif terhadap kebutuhan konsumen.

Tiwi menilai lebah bukan sekadar penghasil madu, melainkan sumber manfaat bagi manusia. Karena itu, ia menempatkan kualitas produk sebagai prioritas utama dalam setiap proses produksi. Pendekatan tersebut membantu menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra usaha.

Keberhasilan ini membuat Tiwi semakin yakin bahwa potensi alam Indonesia masih sangat besar. Ia berharap lebih banyak pelaku usaha berani mengolah kekayaan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, peluang itu ada selama dijalankan dengan konsistensi dan pengetahuan yang cukup.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Pengembangan Rumah Madu Simpul Hati tidak lepas dari program pembinaan UMKM Pertamina. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, Tiwi mendapat pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha. Dukungan ini membantu memperkuat tata kelola bisnisnya agar lebih profesional.

Tiwi mengakui pendampingan tersebut sangat berarti dalam proses edukasi masyarakat. Sebelum mendapat dukungan, produk madu lokal kerap kalah populer dibanding madu impor. Kini, ia lebih leluasa memperkenalkan kualitas madu dalam negeri kepada konsumen.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pembinaan UMKM bertujuan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Ia menegaskan, usaha kecil perlu berdikari sekaligus memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya. Karena itu, pendampingan tidak hanya menyasar pertumbuhan bisnis, tetapi juga daya guna sosial.

Program tersebut membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha. Bagi Tiwi, dukungan itu menjadi pintu masuk untuk memperkuat daya saing produk lebah lokal. Ia menilai pembinaan yang berkelanjutan sangat penting agar UMKM dapat naik kelas.

Produk lebah dan riset

Perkembangan usaha Tiwi juga menarik perhatian kalangan akademik. Tempat usahanya kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa produk lebah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ilmiah.

Menurut Tiwi, pertemuan dengan apoteker dan peneliti membuka wawasan baru bagi usaha yang ia jalankan. Mereka melakukan riset langsung terhadap produk lebah yang dihasilkan di lokasi tersebut. Kehadiran akademisi membantu memperkuat pemahaman soal manfaat dan keamanan produk.

Ia menilai dukungan ilmu farmasi penting bagi pengembangan produk kesehatan dan kosmetik berbasis lebah. Dengan dasar riset, produk dapat dikembangkan secara lebih tepat dan berdaya saing. Hal ini juga memperkuat citra produk lokal di mata konsumen yang semakin selektif.

Hubungan antara pelaku UMKM dan dunia akademik memberi manfaat dua arah. Di satu sisi, usaha Tiwi memperoleh masukan teknis yang relevan. Di sisi lain, mahasiswa dan peneliti mendapatkan objek kajian yang nyata di lapangan.

Harapan produk lokal

Kesuksesan usaha madu membuat kondisi ekonomi keluarga Tiwi meningkat signifikan. Dari hasil penjualan, tiga anaknya kini dapat menempuh pendidikan tinggi. Bagi Tiwi, capaian itu merupakan hadiah terbesar dari kerja keras yang ia bangun bersama suami.

Ia menyebut dua anaknya telah menempuh pendidikan hingga jenjang S2, sementara anak ketiga sudah kuliah di S1. Latar belakang pendidikan orang tuanya yang hanya lulusan SMA membuat pencapaian tersebut terasa sangat berarti. Perubahan itu menjadi bukti bahwa usaha kecil dapat memberi dampak besar bagi keluarga.

Tiwi juga berharap masyarakat semakin mencintai produk dalam negeri. Ia meyakini kualitas kekayaan alam Indonesia, termasuk lebah, tidak kalah dari produk luar negeri. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi kunci agar industri lokal tumbuh lebih kuat.

Di masa depan, Tiwi ingin memiliki pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah Indonesia. Cita-cita itu lahir dari keyakinannya bahwa produk lokal bisa memberi manfaat luas jika diolah dengan serius. Dengan semangat tersebut, ia terus mendorong agar madu Nusantara mendapat tempat yang lebih layak di pasar.

Tag Terkait
#UMKM#madu#Pertamina

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!