PSN Kantongi Izin Operasi Satelit Nusantara Lima

Teknologi Moh. Royhan Nahado 01 Juni 2026 17:57 WIB 3
PSN Kantongi Izin Operasi Satelit Nusantara Lima

PT Pasifik Satelit Nusantara atau PSN selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima setelah memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin itu terbit usai Satelit N5 dinyatakan lulus Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan memperkuat infrastruktur satelit nasional. Kehadirannya diarahkan untuk memperluas akses internet, terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal.

Satelit N5 dorong internet nasional

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat luas. Ia menegaskan, pencapaian itu menunjukkan kesiapan teknologi sekaligus kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Menurut Adi, PSN bersyukur karena Satelit Nusantara Lima berhasil melewati tahapan evaluasi dan mengantongi izin operasional dari Komdigi. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang andal dan modern.

Adi menambahkan, Satelit N5 akan menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan konektivitas di seluruh Nusantara. Ia berharap layanan yang dibawa satelit itu dapat mendukung agenda pembangunan dan mengurangi kesenjangan akses internet di pelosok.

Uji laik operasi ketat

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Pengujian itu mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Validasi mencakup infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT, termasuk kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi. Tahapan ini menjadi penentu apakah layanan dapat digunakan secara komersial tanpa mengabaikan aspek teknis dan keselamatan jaringan.

Pelaksanaan ULO di Banjarbaru juga ditinjau langsung oleh pejabat Komdigi, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah. Hadir pula JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Komdigi nilai siap teknis

Edwin Hidayat Abdullah menilai Satelit N5 merupakan aset strategis untuk mendukung transformasi digital nasional. Ia menyebut kehadiran satelit itu relevan dengan target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Menurut Edwin, pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas agar seluruh daerah dapat menikmati layanan digital yang lebih baik. Ia menegaskan, kelulusan ULO menunjukkan infrastruktur Satelit N5 sudah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar tersebut.

Edwin juga berharap kapasitas 160 Gbps segera dimanfaatkan optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah yang selama ini terbatas akses digitalnya. Dengan demikian, manfaat teknologi satelit tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga masyarakat luas.

Jangkauan satelit semakin luas

Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dan ketat. Pengujian itu mencakup parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT.

Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan sistem Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini, menurut dia, penting untuk melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi agar memperoleh layanan yang berkualitas dan andal.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan jangkauan hingga kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Satelit tersebut diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung internet cepat, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!