Kesan bahwa hijab syar'i sulit tampil stylish dibantah oleh influencer Nabila Ishma. Dalam peluncuran Two Aligned, kolaborasi 3MONGKIS dan RIAMIRANDA di Plaza Indonesia, ia membagikan cara berpakaian yang nyaman sekaligus tetap terlihat rapi. Menurutnya, kunci utama ada pada pemilihan bahan, potongan busana, dan detail penunjang penampilan. Gaya modest, kata dia, tetap bisa terasa kekinian jika dipadukan dengan tepat.
Nabila menekankan bahwa hijab syar'i tidak harus membuat penampilan terlihat membosankan. Ia justru melihat tren fashion muslimah kini semakin memberi ruang bagi perempuan untuk tampil sesuai karakter masing-masing. Kenyamanan menjadi faktor penting agar busana tetap mendukung aktivitas harian. Karena itu, ia memilih item yang sederhana, fungsional, dan mudah dipadupadankan.
Tips Hijab Syar'i yang Nyaman
Menurut Nabila, langkah pertama adalah memilih bahan hijab yang sejuk dan halus di kulit. Ia mengaku belakangan lebih sering memakai pashmina berbahan kaos dan ceruty. Pilihan itu membantu dirinya tetap nyaman saat beraktivitas di cuaca panas. Ia juga menilai bahan yang ringan membuat tampilan lebih jatuh dan rapi.
Nabila turut menyarankan pashmina rayon sebagai alternatif yang patut dicoba. Ia secara khusus menyebut rayon bambu sebagai bahan yang terasa adem untuk iklim Indonesia. Tekstur yang lembut dinilai lebih ramah untuk pemakaian seharian. Dengan bahan yang tepat, tampilan syar'i tetap bisa terasa praktis.
Ia menilai kenyamanan hijab sangat berpengaruh pada rasa percaya diri. Saat bahan terasa panas atau berat, penampilan cenderung sulit dipertahankan dengan baik. Sebaliknya, hijab yang nyaman membuat pengguna lebih leluasa bergerak. Kondisi itu penting bagi perempuan yang aktif sejak pagi hingga malam.
Pilihan bahan juga dinilai menentukan kesan akhir busana. Hijab dengan jatuhan yang baik akan membantu tampilan terlihat lebih bersih. Nabila menekankan bahwa detail kecil sering memberi dampak besar pada keseluruhan look. Karena itu, ia memilih bahan yang tidak hanya cantik, tetapi juga mudah dikenakan.
Hijab Syar'i dengan Busana Longgar
Selain hijab, Nabila menilai potongan busana juga perlu diperhatikan. Ia menyebut fashion yang lebih longgar dapat membantu menciptakan kesan syar'i. Busana longgar dinilai lebih nyaman sekaligus memberi ruang gerak yang lebih bebas. Menurutnya, gaya ini tidak mengurangi nilai estetika penampilan.
Ia mencontohkan tunik sebagai salah satu item yang mudah dipadukan. Tunik panjang dapat disandingkan dengan celana bahan maupun rok, tergantung kebutuhan acara. Kombinasi tersebut membuat tampilan terlihat rapi tanpa terkesan berlebihan. Pilihan ini juga cocok untuk aktivitas kasual maupun semi formal.
Nabila menilai gaya modest sebaiknya tidak hanya mengejar tren. Yang lebih penting adalah keseimbangan antara kesopanan dan kenyamanan. Busana longgar, bila dipilih dengan warna dan potongan yang pas, tetap bisa terlihat modern. Hal itu membuat hijab syar'i tetap relevan di berbagai suasana.
Perempuan asal Bandung itu juga melihat fleksibilitas busana sebagai nilai tambah. Pakaian yang serbaguna membuat pemiliknya lebih mudah menyesuaikan dengan agenda harian. Satu item dapat dipakai untuk berbagai kombinasi, sehingga lebih efisien. Bagi Nabila, hal tersebut sejalan dengan kebutuhan perempuan aktif masa kini.
Gaya Hijab Syar'i Kekinian
Gaya hijab juga disebut berperan besar dalam membentuk keseluruhan penampilan. Nabila menilai pashmina khiban tengah menjadi pilihan yang menarik bagi muslimah yang ingin tetap tampil syar'i. Model ini dinilai mampu menutup bagian dada dengan baik. Pada saat yang sama, tampilannya tetap memberi kesan fashionable.
Ia memandang tren hijab seharusnya tidak dipahami sekadar sebagai mengikuti arus. Tren yang tepat justru bisa membantu perempuan menemukan gaya paling cocok untuk dirinya. Dalam konteks hijab syar'i, pilihan model perlu tetap memperhatikan fungsi utama. Dengan begitu, nilai modest tidak hilang meski tetap terlihat trendi.
Nabila juga menyebut pentingnya menyesuaikan model hijab dengan bentuk wajah dan aktivitas. Hijab yang terlalu rumit dapat mengganggu kenyamanan dalam jangka panjang. Sebaliknya, model yang sederhana sering kali lebih mudah diterapkan. Hasilnya, penampilan terlihat natural dan tetap terjaga sepanjang hari.
Baginya, kunci utama ada pada rasa percaya diri saat mengenakan hijab. Ketika seorang perempuan merasa nyaman dengan pilihannya, penampilan akan terlihat lebih hidup. Itulah sebabnya ia memilih gaya yang tidak hanya mengikuti mode, tetapi juga mencerminkan kebiasaan sehari-hari. Prinsip ini membuat hijab syar'i terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.
Alas Kaki Hijab Syar'i
Selain pakaian dan hijab, alas kaki juga menjadi perhatian Nabila. Ia menilai sepatu atau sandal harus disesuaikan dengan aktivitas yang dijalani. Untuk perjalanan jauh, pilihan yang empuk dinilai lebih aman bagi kaki. Kenyamanan alas kaki, menurutnya, sama pentingnya dengan busana yang dikenakan.
Nabila mengaku lebih sering memakai flat shoes dalam kesehariannya. Ia menyukai model yang ringan, sederhana, dan mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Jika tidak menggunakan flat shoes, ia memilih model semi-flat. Pilihan itu dianggap cukup aman untuk aktivitas padat tanpa mengurangi tampilan rapi.
Ia juga menyebut sport shoes dengan model balerina sebagai opsi yang kerap dipilih. Model tersebut memberi kesan santai namun tetap tertata. Bagi Nabila, sepatu yang nyaman akan membantu mobilitas tanpa membuat penampilan terlihat kaku. Karena itu, ia cenderung menjauhi alas kaki yang terlalu tinggi untuk penggunaan harian.
Flat shoes dan model semi-flat dinilai fleksibel untuk berbagai acara. Dari agenda santai hingga pertemuan tertentu, alas kaki ini mudah disesuaikan. Nabila menekankan bahwa fashion seharusnya mendukung, bukan menghambat kegiatan. Dengan kombinasi yang tepat, hijab syar'i bisa tampil anggun, praktis, dan tetap nyaman.
