Pasutri Cokelatin Ekspor Minuman Kakao RI ke AS dan Hong Kong

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 11:51 WIB 2
Pasutri Cokelatin Ekspor Minuman Kakao RI ke AS dan Hong Kong

Pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra berhasil membawa merek Cokelatin Signature menembus pasar internasional melalui olahan cokelat berbahan kakao asli Indonesia. Produk yang berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan itu telah diekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong.

Meski pasar domestik masih menjadi tumpuan utama, langkah ekspor tersebut menunjukkan peluang besar produk kakao olahan Indonesia di pasar global. Irena menyebut ekspansi itu dilakukan dengan menjaga identitas merek dan tidak mengirim bahan mentah, melainkan produk siap jual yang bernilai tambah tinggi.

Cokelat Indonesia Menembus Pasar Global

Cokelatin Signature tumbuh dari keyakinan bahwa cokelat Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di luar negeri. Irena menilai bahan baku kakao dari dalam negeri memiliki karakter rasa yang kuat dan cocok diolah menjadi minuman maupun produk bar.

Dalam perjalanannya, merek tersebut mulai dikenal tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di sejumlah kota tujuan ekspor. Produk yang dibawa ke pasar luar negeri antara lain dikirim ke Boston di Amerika Serikat, Riyadh di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong.

Irena menjelaskan ekspor yang dilakukan saat ini masih terbatas pada skala produksi yang belum besar. Namun, ia menegaskan perusahaan tetap memilih menjaga kualitas produk dengan fokus pada olahan bernilai tambah, bukan bahan mentah.

Awal Usaha Dari Minuman Manis

Gagasan bisnis itu berawal dari kecintaan Irena terhadap minuman manis, khususnya cokelat. Dari kebiasaan tersebut, ia melihat bahwa cokelat lokal memiliki potensi rasa yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan.

Pada 2016, saat masih bekerja sebagai karyawan swasta, ia mulai meracik cokelat untuk konsumsi sendiri. Hasil racikan itu kemudian dibagikan kepada rekan kantor dan mendapatkan respons positif yang mendorongnya melangkah lebih serius.

Pengalaman itu membuat Irena dan Nugroho perlahan belajar tentang dunia usaha dan UMKM. Nama Cokelatin sendiri lahir dari gabungan nama mereka, yakni cokelat, Iren, dan Nugi, yang kemudian menjadi identitas merek.

Fokus Pada Produk Bubuk

Seiring waktu, Cokelatin Signature tidak hanya mengembangkan produk minuman cokelat, tetapi juga merambah ke cokelat bar. Meski begitu, produksi terbesar hingga kini masih berasal dari bubuk minuman cokelat.

Menurut Irena, produk bubuk lebih mudah dikelola untuk pengiriman dalam jumlah besar. Karena itu, format tersebut dinilai lebih sesuai dengan strategi ekspor yang ingin terus diperluas ke berbagai negara.

Ia menambahkan orientasi bisnis mereka sejak awal bukan hanya menggarap pasar domestik. Ekspor menjadi target penting, sehingga produk yang paling efisien untuk dibawa ke luar negeri terus diprioritaskan dalam pengembangan usaha.

Nilai Tambah Kakao Lokal

Langkah Cokelatin Signature menunjukkan bahwa produk berbasis kakao Indonesia memiliki ruang besar untuk tumbuh di pasar premium. Dengan mengolah bahan baku dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, perusahaan berupaya membangun citra cokelat lokal yang berdaya saing.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya hilirisasi dalam bisnis pangan olahan. Ketika bahan baku diolah menjadi produk jadi, nilai tambah yang dihasilkan berpotensi lebih tinggi dibandingkan menjual komoditas mentah.

Kisah Irena dan Nugroho mempertegas bahwa UMKM Indonesia dapat melangkah ke pasar global dengan strategi yang tepat. Konsistensi kualitas, identitas merek yang kuat, dan keberanian masuk ke pasar ekspor menjadi kunci perkembangan usaha mereka.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!