Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 13:11 WIB 2
Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut pengoperasian Satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Meutya menjelaskan, akses internet saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum terhubung. Pemerintah menargetkan konektivitas digital tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan juga merata dari Sabang sampai Merauke.

Satelit Nusantara Lima

Meutya menyebut jumlah penduduk yang sudah terhubung internet mencapai sekitar 230 juta orang. Menurut dia, capaian tersebut besar dibandingkan dengan banyak negara lain, tetapi masih menyisakan pekerjaan rumah untuk menghubungkan seluruh masyarakat.

Ia menegaskan, target pemerintah adalah memastikan 280 juta warga Indonesia dapat menikmati akses digital. Pemerataan itu dinilai penting agar layanan internet tidak hanya dinikmati daerah yang dekat dengan pusat ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Meutya menyoroti kebutuhan konektivitas di wilayah yang jauh dari Jawa. Ia menilai akses digital harus hadir di berbagai daerah, termasuk pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan.

Ia juga mengingatkan, pemerintah pernah membagikan layanan Starlink saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Miangas. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan konektivitas di daerah terluar yang belum terjangkau layanan memadai.

Kapasitas besar untuk pelosok

Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas hingga 160 Gbps yang disebut mampu mendukung kebutuhan konektivitas di pelosok. Menurut Meutya, kapasitas itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat layanan internet di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Ia menilai kehadiran infrastruktur buatan perusahaan dalam negeri menjadi penting untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi. Dengan kapasitas yang besar, kebutuhan konektivitas di daerah terpencil diharapkan dapat dipenuhi lebih cepat.

Meutya menegaskan, pemerintah mengutamakan pemerataan layanan karena masih ada masyarakat di pulau terluar yang membutuhkan akses segera. Dalam pandangannya, konektivitas bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar di era digital.

Ia menyebut satelit ini akan memperkuat kemandirian Indonesia dalam penyediaan infrastruktur digital. Langkah tersebut juga dinilai mendukung upaya mengurangi ketergantungan pada layanan luar negeri di wilayah strategis.

Target desa belum terhubung

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target itu menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem digital nasional, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Meutya mengatakan, perluasan internet harus menyentuh daerah yang selama ini belum memiliki sinyal memadai. Karena itu, pemerataan infrastruktur digital ditempatkan sebagai prioritas agar warga di desa juga mendapat kesempatan yang sama.

Ia menilai akses digital yang masuk ke desa akan membuka peluang baru bagi pendidikan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi. Namun, manfaat itu harus diikuti kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurut dia, transformasi digital tidak boleh berhenti pada pembangunan jaringan semata. Pemerintah ingin memastikan setiap koneksi benar-benar memberi nilai tambah bagi kesejahteraan warga.

Perlindungan ruang digital

Selain pemerataan jaringan, pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan di ruang digital. Meutya menyebut konektivitas harus dibarengi pengamanan terhadap anak-anak dan masyarakat dari ancaman siber.

Ia menyinggung kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai risiko digital lain yang perlu dicegah sejak awal. Menurut dia, konektivitas yang sehat harus membuat masyarakat lebih aman, bukan justru menambah masalah baru.

Meutya menegaskan Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis bagi transformasi digital nasional. Infrastruktur itu diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga mendukung sistem digital yang tangguh dan berdaulat.

Di akhir pernyataannya, Meutya menekankan pentingnya keberanian dan kolaborasi antara pemerintah dan industri. Ia mengatakan ekosistem digital Indonesia harus dibangun secara maju, aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi seluruh warga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!