Telkomsel memperkuat kinerja bisnis sepanjang 2025 dengan fokus pada layanan digital yang lebih relevan, berkualitas, dan bernilai bagi pelanggan. Langkah itu ditempuh di tengah dinamika industri telekomunikasi yang masih menantang, melalui penyederhanaan produk, penyesuaian harga, dan optimalisasi portofolio layanan.
Perusahaan mencatat dampak positif pada paruh kedua 2025, dengan laba bersih tumbuh 14,7 persen secara kuartalan dan EBITDA naik 5,4 persen. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyebut tahun 2025 menjadi momentum penting untuk membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Telkomsel perkuat kinerja digital
Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan Rp109,3 triliun dan laba bersih Rp19,7 triliun. Capaian itu ditopang oleh transformasi bisnis menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas.
Kontribusi layanan digital telah melampaui 95 persen dari pendapatan mobile, sementara traffic data tumbuh 15 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan relevansi layanan Telkomsel dalam memenuhi kebutuhan digital masyarakat.
Di sisi lain, strategi berbasis kualitas tercermin dari basis pelanggan yang terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pelanggan. ARPU meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun, yang menandakan produktivitas pelanggan membaik.
Fokus Telkomsel pada pengalaman pelanggan
Telkomsel juga memperkuat pengalaman pelanggan melalui layanan konvergensi yang penetrasinya mencapai sekitar 59 persen. Penambahan pelanggan fixed broadband ikut mendorong total basis pelanggan melampaui 10 juta.
Pencapaian tersebut mempertegas posisi Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas rumah yang semakin dibutuhkan masyarakat. Perusahaan melihat layanan internet rumah sebagai bagian penting dari gaya hidup digital yang terus berkembang.
Nugroho menegaskan, kepemimpinan pasar hanya dapat dijaga jika perusahaan terus berfokus pada customer value. Menurut dia, kualitas layanan broadband dan pengalaman digital yang relevan menjadi penentu utama daya saing.
Telkomsel dorong ekosistem digital inklusif
Selain mengejar kinerja bisnis, Telkomsel juga menempatkan dampak sosial sebagai bagian dari strategi pertumbuhan. Perusahaan mendorong ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Upaya itu diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM yang mencatat peningkatan omzet rata-rata hingga 32 persen. Telkomsel juga mendukung terciptanya lebih dari 685 ribu lapangan kerja dalam ekosistem digital.
Di bidang pengembangan talenta, perusahaan menjalankan program seperti NextDev dan berbagai inisiatif edukasi digital. Pemerataan akses juga dilakukan hingga wilayah 3T melalui dukungan BTS USO.
Inovasi Telkomsel raih pengakuan global
Sepanjang 2025, Telkomsel turut meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional atas inovasi serta kualitas layanan. Pengakuan itu memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap konsistensi perusahaan.
Sejumlah apresiasi datang dari Ookla Speedtest Awards, Global GTI Awards, hingga penghargaan internasional atas pemanfaatan AI pada layanan MyTelkomsel. Telkomsel juga mendapat pengakuan di ajang Glotel, TM Forum, dan Gartner Marketing & Communications Awards.
Menurut Nugroho, pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh skala bisnis. Ia menilai kemampuan menghadirkan layanan bernilai, pengalaman yang konsisten, dan keberlanjutan usaha akan menjadi pembeda utama.
