LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 13:18 WIB 5
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor yang dirancang agar UMKM lebih siap bersaing di pasar internasional.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan agregator produk UMKM yang berhasil memperluas ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini menyalurkan produk lokal ke sejumlah negara, sekaligus menjajaki mitra UMKM baru lewat Trade Expo Indonesia 2025 di Tangerang.

Ekspor UMKM Kian Meluas

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berperan membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang mereka bawa antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Seluruh produk tersebut berasal dari pelaku UMKM yang mereka rangkul untuk didistribusikan secara lokal maupun diekspor.

Menurut Wulan, saat ini perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 50 UMKM. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring respons positif dari pengunjung dan calon pembeli di TEI 2025. Ia menilai pameran dagang ini tidak hanya membuka peluang penjualan, tetapi juga mempertemukan mereka dengan calon mitra usaha baru.

Wulan menyebut partisipasi di pameran itu memberi dampak ganda bagi perusahaan dan mitra UMKM. Di satu sisi, mereka memperoleh buyer untuk produk yang sudah siap ekspor. Di sisi lain, mereka juga mendapatkan partner baru yang ingin membantu distribusi produk lokal.

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru

Sejauh ini, produk UMKM binaan PT Makbul Abadi Semestar telah dikirim ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini tengah menjajaki pengiriman ke Chili. Setiap pesanan ekspor umumnya mencapai sekitar 17.000 bungkus produk dalam satu kontainer. Ukuran kemasan yang dikirim rata-rata 100 gram sesuai permintaan pasar tujuan.

Wulan menuturkan, peluang ekspor berikutnya juga terbuka ke Prancis, Jepang, dan India. Dari tiga negara tersebut, importir dinilai cukup tertarik pada produk buah kering asal UMKM Indonesia. Menurutnya, minat itu menunjukkan bahwa produk lokal punya daya saing di pasar global bila dikemas dan dipasarkan dengan tepat.

Ia menambahkan, variasi buah untuk pasar ekspor juga berbeda-beda sesuai kebutuhan masing-masing negara. Hal itu membuat perusahaan harus terus menyesuaikan produk, standar mutu, dan strategi pemasaran. Dengan begitu, ekspor tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi bisa berkembang lebih berkelanjutan.

LPEI Buka Akses Pembiayaan

LPEI aktif mendukung para pelaku usaha berorientasi ekspor melalui kehadirannya di Trade Expo Indonesia ke-40. Pameran yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025 itu diikuti 14 pelaku ekspor binaan LPEI. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan Indonesia kepada buyer internasional.

Produk yang dipamerkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kualitas produk lokal kepada pasar dunia. LPEI menilai promosi langsung seperti ini penting untuk memperkuat jejaring dagang dan meningkatkan kepercayaan buyer.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha dapat memanfaatkan produk dan layanan yang disediakan institusinya. Layanan itu mencakup pembiayaan ekspor, penjaminan ekspor, asuransi ekspor, serta konsultasi pengembangan kapasitas. Fasilitas tersebut diharapkan membantu eksportir mengatasi kendala usaha secara lebih terarah.

TEI Jadi Ajang Konsultasi

Selain memamerkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang ingin memahami solusi pembiayaan dan pengembangan bisnis. Pengunjung dapat berdiskusi langsung mengenai kebutuhan usaha, kesiapan dokumen, hingga strategi masuk pasar luar negeri. Pendekatan ini membantu pelaku usaha mendapatkan arahan yang lebih praktis sebelum melakukan ekspor.

Di booth KemenkeuSatu, pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window atau LNSW. Kehadiran mereka memudahkan pelaku usaha untuk memahami prosedur ekspor dan administrasi perdagangan internasional. Dengan layanan terpadu ini, hambatan teknis diharapkan bisa ditekan sejak awal.

LPEI menegaskan bahwa dukungan untuk UMKM tidak berhenti pada pembiayaan semata. Pendampingan, konsultasi, dan akses pasar menjadi bagian penting agar pelaku usaha benar-benar naik kelas. Melalui sinergi tersebut, produk lokal diharapkan semakin rutin hadir di pasar ekspor dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.

Tag Terkait
#LPEI#UMKM#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!