Telkomsel memperkuat kinerja bisnis sepanjang 2025 dengan menitikberatkan layanan digital yang lebih relevan, berkualitas, dan bernilai bagi pelanggan. Strategi itu dijalankan di tengah dinamika industri telekomunikasi yang masih menantang, namun mulai menunjukkan hasil positif pada paruh kedua tahun ini.
Perseroan mencatat laba bersih naik 14,7 persen secara kuartalan dan EBITDA tumbuh 5,4 persen, seiring penyederhanaan produk, penyesuaian harga, dan optimalisasi portofolio layanan. Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut 2025 sebagai momentum untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Telkomsel dan layanan digital
Telkomsel menegaskan posisinya sebagai digital ecosystem enabler melalui penguatan layanan digital yang lebih relevan bagi masyarakat. Fokus tersebut diarahkan untuk menjaga kepemimpinan pasar dengan menempatkan nilai pelanggan sebagai pusat strategi bisnis.
Nugroho mengatakan perusahaan terus memperkuat kualitas layanan broadband dan pengalaman digital agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Menurut dia, pendekatan itu menjadi penting agar pertumbuhan bisnis tidak hanya besar, tetapi juga lebih sehat dan berkelanjutan.
Perusahaan juga melakukan penyederhanaan produk agar pelanggan lebih mudah memilih layanan yang sesuai kebutuhan. Langkah ini sekaligus membantu efisiensi operasional dan memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Kinerja usaha dan profitabilitas
Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan Rp109,3 triliun dan laba bersih Rp19,7 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh transformasi menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas.
Kontribusi layanan digital bisnis telah melampaui 95 persen dari pendapatan mobile. Di saat yang sama, traffic data tumbuh 15 persen secara tahunan, menandakan layanan Telkomsel tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan digital masyarakat.
Dari sisi basis pelanggan, Telkomsel berhasil mengonsolidasikan 156,1 juta pelanggan dengan ARPU naik menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun. Peningkatan itu mencerminkan produktivitas yang semakin baik dan kualitas monetisasi yang lebih kuat.
Ekosistem digital yang inklusif
Telkomsel juga mendorong layanan yang mendukung aktivitas harian, produktivitas, dan gaya hidup digital pelanggan. Pengembangan itu mencakup kebutuhan komunikasi, hiburan, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan.
Perseroan menilai pertumbuhan ekosistem digital harus memberi dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Karena itu, perluasan layanan diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dampak tersebut terlihat dari pemberdayaan UMKM yang mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 32 persen melalui pemanfaatan layanan digital. Selain itu, ekosistem Telkomsel turut mendukung penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja dan pemerataan akses digital hingga wilayah 3T.
Pengakuan atas inovasi Telkomsel
Sepanjang 2025, Telkomsel juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional atas kualitas layanan dan inovasinya. Pengakuan ini memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap konsistensi perusahaan dalam menjaga standar layanan.
Beberapa penghargaan tersebut antara lain pengakuan global dari Ookla Speedtest Awards, Global GTI Awards bersama mitra teknologi, serta apresiasi internasional atas pemanfaatan AI pada layanan MyTelkomsel. Telkomsel juga mendapat pengakuan di ajang Glotel, TM Forum, dan Gartner Marketing & Communications Awards.
Nugroho menegaskan pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh skala. Menurut dia, keberhasilan akan bergantung pada kemampuan menghadirkan layanan bernilai, pengalaman yang konsisten, dan keberlanjutan bisnis yang memberi dampak jangka panjang.
