Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Konektivitas Papua

Teknologi BRH 24 Mei 2026 06:15 WIB 7
Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Konektivitas Papua

PT Telkom Indonesia bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat, meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Infrastruktur telekomunikasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemerataan konektivitas digital di wilayah pegunungan Papua melalui teknologi satelit.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo bersama Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Fasilitas ini diposisikan sebagai jalur utama konektivitas yang diharapkan mampu menjawab tantangan akses internet di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Community Gateway Wamena

Community Gateway Wamena dibangun sebagai tulang punggung konektivitas di Papua Pegunungan. Kawasan ini selama ini menghadapi hambatan besar dalam akses internet karena medan yang berat dan keterbatasan jaringan darat. Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital.

Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi menyebut teknologi satelit sebagai solusi paling efektif untuk menjangkau wilayah pegunungan Papua. Menurut dia, teknologi tersebut memungkinkan konektivitas hadir lebih cepat, lebih luas, dan lebih adaptif. Infrastruktur ini juga diarahkan untuk mendukung komunikasi masyarakat, layanan publik, dan ekonomi digital.

Rizal menegaskan bahwa penguatan konektivitas ini merupakan bagian dari sovereign infrastructure yang andal dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, Telkom Group ingin memastikan layanan digital tidak hanya terpusat di kota besar. Papua Pegunungan diharapkan ikut terhubung dalam ekosistem digital nasional yang semakin berkembang.

Dorong Pemerataan Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari upaya menghadirkan konektivitas merata hingga wilayah paling timur Indonesia. Ia menilai konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Karena itu, Telkom berupaya memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dari transformasi digital.

Dian menjelaskan Papua Pegunungan menghadapi tantangan besar dalam konektivitas akibat keterbatasan jaringan terestrial dan kondisi geografis yang tidak mudah. Menurut dia, hambatan tersebut perlu diatasi dengan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Community Gateway Wamena dipilih sebagai jawaban strategis atas kebutuhan tersebut.

Ia menambahkan bahwa infrastruktur ini bukan hanya soal jaringan internet, tetapi juga pemerataan kesempatan. Konektivitas yang andal membuka ruang bagi pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan digital di Papua dapat memberikan dampak yang lebih luas dan nyata.

Kapastitas Jaringan Meningkat

Community Gateway Wamena menjadi fasilitas kedua yang dibangun Telkom melalui Telkomsat setelah sebelumnya menghadirkan Community Gateway di Merauke. Perbedaan utama terletak pada fungsinya, karena Wamena dibangun sebagai main link atau jalur utama konektivitas. Sementara fasilitas di Merauke difungsikan sebagai backup link untuk menjaga layanan saat jaringan terestrial terganggu.

Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang cukup tinggi. Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas itu dapat ditingkatkan bertahap hingga potensi maksimal 40 Gbps. Lonjakan kapasitas ini diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan trafik digital di wilayah tersebut.

Telkom menyebut peningkatan kapasitas tidak hanya berdampak pada kecepatan internet, tetapi juga pada kualitas koneksi yang lebih stabil. Latensi juga diharapkan lebih terkendali sehingga layanan digital berjalan lebih optimal. Kondisi ini penting untuk mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat dan institusi yang semakin meningkat.

Ekosistem Digital Papua

Community Gateway Wamena juga dirancang sebagai open access platform. Artinya, infrastruktur ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari operator telekomunikasi, ISP lokal, hingga institusi lain. Skema tersebut diproyeksikan memperkuat ekosistem digital Papua secara lebih inklusif.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menilai kehadiran fasilitas ini sebagai tonggak penting pembangunan digital di wilayah pegunungan Papua. Ia melihat infrastruktur tersebut sebagai langkah yang mempercepat integrasi Papua dalam arus transformasi nasional. Menurut dia, konektivitas menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menegaskan pembangunan infrastruktur digital di Papua merupakan prioritas nasional. Ia menyebut konektivitas sebagai prasyarat utama kemajuan dan peluang ekonomi. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!