Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Internet Papua

Teknologi BRH 26 Mei 2026 08:06 WIB 3
Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Internet Papua

PT Telkom Indonesia bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat, meresmikan Community Gateway Wamena di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Infrastruktur ini hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemerataan konektivitas digital di wilayah pegunungan Papua melalui teknologi satelit.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dan Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas bagi masyarakat, layanan publik, dan ekosistem ekonomi digital di Papua Pegunungan.

Community Gateway Wamena Perkuat Internet

Community Gateway Wamena dibangun untuk menjawab keterbatasan akses internet di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Kondisi geografis pegunungan Papua kerap menjadi tantangan utama bagi pemerataan layanan digital.

Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi menegaskan bahwa teknologi satelit merupakan solusi paling efektif untuk menghadirkan konektivitas di kawasan tersebut. Menurut dia, teknologi ini mampu menjangkau wilayah menantang secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih adaptif.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran infrastruktur ini mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat dan layanan publik. Selain itu, fasilitas tersebut juga diharapkan mendorong pengembangan ekonomi digital di Papua Pegunungan.

Rizal menambahkan bahwa Community Gateway Wamena merupakan bagian dari penguatan ekosistem konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure. Dengan fondasi itu, layanan yang dibangun diharapkan andal dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Telkom Dorong Akses Merata

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari upaya menghadirkan konektivitas merata hingga wilayah paling timur Indonesia. Ia menegaskan bahwa akses digital harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Menurut Dian, tantangan konektivitas di Papua Pegunungan tidak hanya berasal dari keterbatasan jaringan terestrial. Kondisi geografis yang sulit juga membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan solusi yang lebih tepat.

TelkomGroup, kata dia, memilih menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis untuk menjawab hambatan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan mampu menghubungkan wilayah yang selama ini tertinggal dari arus transformasi digital.

Dian menilai, pembangunan ini bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi juga memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal. Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut dipandang penting untuk memperkuat pemerataan layanan digital nasional.

Kapasitas Internet Wamena Naik

Community Gateway Wamena menjadi fasilitas kedua yang dibangun Telkom melalui Telkomsat setelah sebelumnya menghadirkan Community Gateway di Merauke. Meski sama-sama berfungsi memperluas konektivitas, keduanya memiliki peran operasional yang berbeda.

Berbeda dengan Merauke yang difungsikan sebagai backup link saat jaringan terestrial terganggu, Wamena dibangun sebagai main link atau jalur utama konektivitas di Papua Pegunungan. Skema ini dipilih agar layanan digital di kawasan tersebut lebih stabil dan berkesinambungan.

Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dan tingkat utilisasinya disebut sudah cukup tinggi. Melalui fasilitas baru ini, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan bertahap hingga potensi maksimal 40 Gbps.

Peningkatan kapasitas tidak hanya berdampak pada kecepatan internet, tetapi juga pada kualitas konektivitas yang lebih stabil. Latensi yang lebih terkendali juga akan membantu pertumbuhan trafik digital di masa mendatang.

Infrastruktur Digital Buka Peluang

Community Gateway Wamena dirancang sebagai open access platform agar infrastrukturnya dapat dimanfaatkan berbagai pihak. Operator telekomunikasi, ISP lokal, hingga institusi lain dapat memakai fasilitas tersebut untuk memperkuat ekosistem digital di Papua.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menilai kehadiran fasilitas ini sebagai tonggak penting pembangunan digital di wilayah pegunungan Papua. Menurut dia, akses yang lebih terbuka akan mempercepat perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital di Papua menjadi bagian dari prioritas nasional. Ia menyebut konektivitas sebagai prasyarat utama kemajuan.

Angga menambahkan bahwa tugas berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan begitu, pembangunan digital di Papua Pegunungan tidak berhenti pada peresmian, tetapi berlanjut menjadi manfaat nyata bagi warga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!