Telkom Group Percepat Streamlining Jadi 19 Entitas pada 2026

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 12:44 WIB 3
Telkom Group Percepat Streamlining Jadi 19 Entitas pada 2026

Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara bersama Danantara Indonesia mempercepat langkah perampingan Telkom Group dengan target menyusutkan 67 anak usaha menjadi 19 entitas pada akhir 2026. Kebijakan ini dibahas dalam pertemuan di Wisma Danantara Indonesia, Senin, 25 Mei, antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dan Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif. Dalam pertemuan itu, Telkom juga memaparkan rangkaian strategi transformasi bisnis, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi, hingga pembentukan holding baru.

Streamlining Telkom Group Dipercepat

Proses streamlining Telkom Group menjadi agenda utama dalam pembahasan antara BP BUMN, Danantara Indonesia, dan manajemen Telkom. Restrukturisasi ini ditujukan untuk menyederhanakan struktur usaha yang selama ini dinilai terlalu gemuk. Dengan jumlah entitas yang lebih sedikit, pengambilan keputusan diharapkan menjadi lebih cepat dan terarah. Model bisnis yang baru juga disiapkan agar lebih selaras dengan kebutuhan industri digital.

Dalam unggahan resmi akun Instagram @bumn_id, disebutkan bahwa transformasi Telkom Group ditujukan untuk membangun struktur yang lebih ramping dan kompetitif. Target perampingan dari 67 menjadi 19 entitas dipatok selesai pada akhir 2026. Pemerintah dan Danantara memandang langkah ini sebagai bagian penting dari penguatan BUMN digital. Perubahan tersebut juga diharapkan mendukung efisiensi operasional di seluruh lini usaha.

Dony Oskaria hadir dalam kapasitas sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia. Ia membahas perkembangan pelaksanaan streamlining bersama jajaran Telkom di Wisma Danantara Indonesia. Pertemuan itu menjadi forum untuk menyelaraskan arah transformasi bisnis dan struktur organisasi. Sinergi antara regulator dan korporasi dipandang penting agar proses berjalan sesuai target.

Telkom menilai penyederhanaan struktur usaha menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing jangka panjang. Perusahaan dituntut menjaga kinerja di tengah perubahan cepat pada industri telekomunikasi dan digital. Karena itu, konsolidasi aset dan unit bisnis menjadi prioritas utama. Arah kebijakan ini juga diposisikan untuk memperbesar nilai strategis Telkom Group.

Merger dan Divestasi

Dalam paparan kepada BP BUMN dan Danantara, Telkom menyampaikan sejumlah langkah teknis untuk mengeksekusi transformasi. Opsi yang disiapkan meliputi merger, divestasi, likuidasi, dan konsolidasi bisnis. Setiap langkah dipilih berdasarkan kebutuhan efisiensi dan fokus usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memangkas duplikasi fungsi antarentitas.

Perusahaan juga mendorong pembentukan enterprise holding baru sebagai bagian dari restrukturisasi. Skema ini ditujukan untuk memusatkan pengelolaan bisnis yang relevan dengan layanan digital dan infrastruktur telekomunikasi. Dengan model itu, koordinasi antarunit diharapkan lebih sederhana dan efektif. Telkom ingin memastikan portofolio usahanya lebih tepat sasaran.

Restrukturisasi yang tengah disiapkan bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha. Langkah itu dirancang agar setiap entitas memiliki mandat bisnis yang jelas dan tidak saling tumpang tindih. Penyederhanaan struktur juga diharapkan menekan biaya yang tidak produktif. Dalam jangka panjang, efisiensi ini diproyeksikan meningkatkan margin dan kualitas layanan.

Meski demikian, proses merger dan divestasi tetap memerlukan tahapan kajian yang cermat. Telkom harus memastikan seluruh keputusan sejalan dengan kepentingan bisnis dan kepatuhan regulasi. Karena itu, transformasi dilakukan bertahap agar risiko operasional tetap terkendali. Pemerintah menekankan bahwa restrukturisasi harus memberi manfaat nyata bagi perusahaan dan ekosistem digital nasional.

Fokus pada Infrastruktur Digital

Salah satu agenda prioritas dalam transformasi Telkom Group adalah konsolidasi FiberCo BUMN. Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat jaringan serat optik yang menjadi tulang punggung layanan digital. Selain itu, pengembangan Data Center juga terus didorong untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan komputasi. Infrastruktur tersebut dianggap krusial bagi daya saing Telkom di masa depan.

Telkom juga mempercepat penguatan TowerCo dan InfraCo sebagai bagian dari penataan bisnis infrastruktur. Kedua lini itu dinilai dapat memberikan struktur usaha yang lebih fokus dan efisien. Dengan pembagian peran yang lebih tegas, pengelolaan aset strategis diharapkan menjadi lebih optimal. Arah ini sejalan dengan kebutuhan pasar telekomunikasi yang semakin terintegrasi.

Penataan lisensi Telkom Group turut masuk dalam agenda transformasi yang dibahas. Penyesuaian ini diperlukan agar struktur bisnis baru berjalan sesuai regulasi dan mendukung ekspansi layanan. Dalam konteks digital nasional, kepastian lisensi menjadi salah satu faktor penting. Hal itu juga akan memudahkan perusahaan dalam mengembangkan layanan lintas platform.

Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital yang adaptif. Perusahaan dituntut mampu menggabungkan efisiensi operasional dengan inovasi layanan. Jika transformasi berjalan mulus, Telkom berpeluang memiliki struktur yang lebih siap menghadapi persaingan global. Pemerintah berharap restrukturisasi ini menjadi contoh penataan BUMN yang lebih modern.

Target Akhir 2026

Target akhir 2026 menjadi batas waktu utama penyelesaian streamlining Telkom Group. Hingga tenggat itu, perusahaan perlu menuntaskan berbagai aksi korporasi yang telah dirancang. Proses tersebut mencakup penggabungan unit usaha, penutupan entitas yang tidak relevan, dan penataan portofolio. Setiap langkah akan berdampak langsung pada struktur organisasi Telkom.

Pemerintah menilai percepatan transformasi diperlukan agar Telkom tidak tertinggal dalam kompetisi digital regional. Dengan struktur yang lebih ringkas, perusahaan diharapkan lebih lincah merespons perubahan pasar. Efisiensi juga menjadi kunci untuk menjaga profitabilitas di tengah persaingan yang ketat. Karena itu, konsistensi pelaksanaan menjadi perhatian utama.

Di sisi lain, transformasi ini diharapkan memperjelas fokus bisnis Telkom Group pada layanan digital dan infrastruktur. Anak usaha yang tidak sejalan dengan strategi inti akan ditata ulang melalui mekanisme yang sesuai. Pendekatan itu dinilai penting agar sumber daya perusahaan lebih terkonsentrasi. Hasil akhirnya diharapkan berupa organisasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dengan dukungan BP BUMN dan Danantara Indonesia, proses perampingan Telkom Group kini memasuki tahap percepatan. Publik menunggu implementasi nyata dari rencana besar yang telah dipaparkan manajemen. Jika target tercapai, Telkom akan memiliki struktur usaha yang jauh lebih sederhana pada akhir 2026. Kondisi tersebut diharapkan memperkuat peran perusahaan sebagai motor digital nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!