Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 03:36 WIB 2
Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia melalui cloud, kecerdasan buatan, dan keamanan siber.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BSSN, Danantara Indonesia, hingga pelaku industri teknologi. Melalui forum ini, Telkom mendorong ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital global.

Kedaulatan teknologi nasional

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia. Menurut dia, isu sovereignty kini tidak lagi sebatas urusan teknis, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi dan keamanan data.

Seno menjelaskan, ketergantungan terhadap infrastruktur dan platform global dapat berdampak pada kendali negara atas data strategis. Karena itu, penguatan sovereign digital ecosystem menjadi penting agar data, infrastruktur, dan kapabilitas AI tetap berada dalam kepentingan nasional.

Forum ini juga menegaskan ambisi Indonesia agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi ikut mengembangkan dan mengelola aset teknologi sendiri. Dengan posisi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat rantai nilai ekonomi digital global secara lebih strategis.

Telkom menilai momentum transformasi digital harus menjadi titik balik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi regional. Perusahaan pelat merah itu ingin mendorong terciptanya nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing yang berkelanjutan.

Fokus cloud dan ai

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 mengangkat sejumlah isu strategis yang menjadi fondasi kemandirian digital. Topik yang dibahas meliputi sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, dan penguatan ketahanan siber nasional.

Selain itu, forum ini menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas talenta digital agar Indonesia memiliki ekosistem teknologi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan transformasi digital berjalan selaras dengan kebutuhan nasional.

Telkom juga memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diposisikan sebagai kontribusi perusahaan dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia.

Melalui pendekatan tersebut, Telkom berharap Indonesia dapat berperan lebih besar sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional. Langkah ini juga diharapkan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat dan adaptif.

Charter digital sovereignty

Forum tersebut menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk keseriusan bersama memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional. Dokumen ini menjadi simbol komitmen lintas sektor dalam membangun kemandirian digital Indonesia.

Seno menyebut Telkom terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur, platform, dan kapabilitas teknologi. Strategi itu diarahkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus meningkat terhadap layanan digital.

Di sisi lain, Telkom juga mengadopsi dan mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence. Pilar tersebut meliputi AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

Melalui rangkaian inisiatif itu, Telkom menargetkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri. Perusahaan juga ingin memastikan perlindungan data dan kedaulatan digital nasional semakin kuat.

dukungan pemerintah dan bssn

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menilai transformasi digital tidak cukup hanya mengejar percepatan adopsi teknologi. Menurut dia, Indonesia juga harus memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastrukturnya sendiri.

Edwin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global. Dengan kerja sama yang lebih kuat, Indonesia diharapkan mampu membangun kapabilitas digital nasional yang solid dan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti pentingnya kendali nasional atas data dan sistem digital strategis. Ia menilai data strategis harus dikelola di bawah yurisdiksi Indonesia agar operasional dan keamanannya dapat dikendalikan secara optimal.

Slamet juga menyinggung perlunya penguasaan sistem enkripsi sebagai bagian dari perlindungan data nasional. Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tetap perlu terbuka terhadap perkembangan teknologi global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!