Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 04:06 WIB 3
Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Forum ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni cloud sovereignty, AI sovereignty, dan cybersecurity sovereignty.

Melalui forum tersebut, Telkom mendorong lahirnya ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing. Sejumlah pejabat pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan hadir untuk membahas arah penguatan kedaulatan teknologi di tengah percepatan transformasi digital global.

Kedaulatan Teknologi Indonesia

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menilai keterlibatan lintas pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya sinergi nasional. Ia menyebut kolaborasi menjadi kunci agar Indonesia mampu memperkuat arah kedaulatan teknologi secara berkelanjutan. Menurut dia, ekosistem digital yang adaptif hanya bisa dibangun melalui kerja bersama antara pemerintah, industri, dan komunitas teknologi. Forum ini, kata dia, dirancang sebagai ruang untuk menyatukan visi tersebut.

Seno menjelaskan bahwa isu sovereignty semakin relevan seiring meluasnya adopsi teknologi digital. Ketergantungan terhadap infrastruktur, platform, dan teknologi global tidak lagi semata soal teknis, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi dan keamanan data. Dalam konteks itu, penguatan sovereign digital ecosystem menjadi kebutuhan strategis. Negara perlu memastikan data, infrastruktur, dan kapabilitas digital tetap berada dalam kendali nasional.

Ia menambahkan, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar digital bagi pemain global. Negara ini juga perlu mampu mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset digitalnya sendiri. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi digital global. Langkah tersebut diharapkan membuka ruang pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Cloud AI Siber

Forum ini mengangkat pembahasan strategis seputar sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, dan penguatan ketahanan siber nasional. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas talenta digital untuk menopang kemandirian teknologi. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global. Telkom menilai fondasi tersebut harus dibangun secara konsisten agar ekosistem digital tumbuh sehat.

Dalam kesempatan yang sama, Telkom meluncurkan Charter of Digital Sovereignty sebagai penegasan komitmen bersama. Perusahaan juga memperkenalkan inisiatif AdyaCakra yang mencakup sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional. Telkom berharap langkah tersebut mempercepat terbentuknya ekosistem teknologi nasional yang lebih kuat.

Seno menyebut AdyaCakra diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi fondasi digital sovereignty Indonesia. Inisiatif ini juga ditujukan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital. Menurut dia, penguatan infrastruktur dan kapabilitas teknologi akan memberi dampak langsung bagi inovasi dan daya saing. Hal itu penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan teknologi yang semakin ketat.

Strategi Transformasi Telkom

Telkom menyatakan arah kedaulatan teknologi ini sejalan dengan strategi transformasi TLKM 30. Perusahaan terus memperkuat peran sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur, platform, dan kapabilitas teknologi. Langkah tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap layanan digital yang terus meningkat. Telkom menilai dukungan infrastruktur yang optimal menjadi syarat utama pertumbuhan ekosistem digital.

Di sisi lain, Telkom juga mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence. Pilar tersebut mencakup AI Campus untuk riset dan pengembangan talenta, AI Playground untuk ruang kreasi developer, dan AI Connect sebagai wadah komunitas. Selain itu, perusahaan menghadirkan AI Hub sebagai penyedia solusi untuk masyarakat dan industri, serta AI Native untuk penerapan AI di internal perusahaan. Pendekatan ini diharapkan mempercepat adopsi teknologi yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Telkom menegaskan fokus pada perlindungan data dan kedaulatan digital nasional. Perusahaan juga ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri melalui pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan. Upaya itu diposisikan sebagai bagian dari kontribusi Telkom dalam membangun fondasi ekosistem digital yang lebih tangguh. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi digital dapat didorong secara lebih luas.

Dukungan Pemerintah dan BSSN

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya soal percepatan adopsi teknologi. Menurut dia, Indonesia juga harus memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali atas infrastrukturnya sendiri. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi elemen penting untuk mewujudkan hal tersebut. Indonesia, kata dia, perlu menjadi pengembang kapabilitas digital, bukan hanya pengguna teknologi global.

Dari sisi keamanan siber, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti pentingnya kendali nasional atas data strategis. Ia menekankan bahwa data strategis nasional perlu berada dalam yurisdiksi Indonesia agar pengoperasian dan pengamanannya bisa dikendalikan secara optimal. Slamet juga menilai penguasaan sistem enkripsi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional. Meski demikian, ia tetap membuka ruang bagi perkembangan teknologi global yang relevan.

Forum ini memperlihatkan bahwa kedaulatan teknologi membutuhkan dukungan kebijakan, industri, dan keamanan siber yang berjalan seiring. Dengan melibatkan pemerintah, regulator, dan pelaku usaha, Telkom berharap tercipta gerakan bersama yang lebih solid. Forum ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat fondasi digital nasional di tengah persaingan teknologi yang makin kompetitif. Pada akhirnya, target utamanya adalah menjadikan Indonesia lebih mandiri, aman, dan berdaya saing di era digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!