Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 07:45 WIB 2
Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia melalui cloud sovereignty, AI sovereignty, dan cybersecurity sovereignty.

Acara yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, dan ekosistem teknologi. Telkom menegaskan forum tersebut ditujukan untuk mendorong ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital global.

Kedaulatan Teknologi Indonesia

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, keterlibatan lintas sektor menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional. Menurut dia, ekosistem digital Indonesia harus bergerak lebih adaptif dan berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan global.

Seno menjelaskan, meningkatnya adopsi teknologi digital membuat isu sovereignty semakin relevan di banyak negara. Ketergantungan terhadap infrastruktur, platform, dan teknologi global kini tidak hanya terkait aspek teknis, tetapi juga menyentuh ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan sovereign digital ecosystem. Tujuannya agar data, infrastruktur, kapabilitas AI, dan keamanan digital nasional tetap berada dalam kepentingan, hukum, serta kendali negara.

Melalui forum ini, Telkom mendorong penguatan kolaborasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital. Telkom ingin Indonesia juga mampu mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset serta kapabilitas digital nasional secara lebih optimal.

Kolaborasi Lintas Sektor

Forum tersebut dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, dan Deputi IV BSSN Slamet Aji Pamungkas. Hadir pula Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah.

Seno menilai kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia. Menurut dia, sinergi tersebut menjadi fondasi untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih kuat.

Ia menyebut momentum transformasi digital Indonesia harus menjadi titik balik bagi penguatan posisi nasional dalam ekosistem teknologi global. Indonesia, kata dia, memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga bagian penting dari pembangunan ekosistem teknologi regional.

Karena itu, penguatan cloud, AI, dan keamanan siber disebut sebagai fondasi penting. Dengan fondasi tersebut, data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional diharapkan dapat tumbuh dan memberi manfaat lebih besar bagi Indonesia.

Kedaulatan Teknologi dan AI

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 membahas isu strategis mulai dari sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, hingga penguatan ketahanan siber nasional. Forum ini juga menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas talenta digital nasional secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Telkom turut meluncurkan Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk keseriusan memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional. Perusahaan juga memperkenalkan inisiatif AdyaCakra untuk mendukung sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity.

AdyaCakra diharapkan dapat memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia. Inisiatif itu juga diproyeksikan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global.

Telkom menegaskan visi ini sejalan dengan strategi transformasi TLKM 30. Dalam arah tersebut, perseroan terus memperkuat peran sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur, platform, dan kapabilitas teknologi.

Kedaulatan Teknologi Nasional

Telkom juga mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence. Pilar itu mencakup AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan penerapan AI di internal perusahaan atau AI Native.

Melalui AI Campus, Telkom berkolaborasi dengan kampus untuk riset dan pengembangan talenta digital. Sementara itu, AI Playground menjadi ruang kreasi bagi developer, dan AI Connect disiapkan sebagai wadah komunitas yang mempertemukan para pelaku ekosistem.

Di sisi lain, AI Hub dihadirkan sebagai penyedia solusi yang telah teruji untuk masyarakat dan industri. Adapun AI Native menjadi sarana penerapan AI dalam operasional internal perusahaan agar transformasi digital berjalan lebih efektif.

Edwin Hidayat Abdullah menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya berbicara tentang percepatan adopsi teknologi. Menurut dia, Indonesia juga harus memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!