PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas arah kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni cloud sovereignty, AI sovereignty, dan cybersecurity sovereignty. Kegiatan tersebut digelar untuk mendorong ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing.
Sejumlah tokoh hadir dalam forum itu, termasuk perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Danantara Indonesia, BSSN, Telkom, serta Accenture APAC. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah percepatan transformasi digital global. Telkom menilai, penguatan kedaulatan teknologi menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar digital.
Kedaulatan Teknologi Jadi Fokus
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menilai isu kedaulatan teknologi semakin relevan seiring meningkatnya adopsi teknologi digital di berbagai negara. Menurut dia, ketergantungan pada infrastruktur, platform, dan teknologi global tidak lagi hanya soal teknis. Kondisi itu juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional.
Seno menjelaskan, forum ini dirancang sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai sovereign digital ecosystem. Ekosistem tersebut dibutuhkan agar data, infrastruktur, kapabilitas AI, dan keamanan digital nasional tetap berada dalam kendali negara. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga kepentingan nasional dalam pengembangan teknologi.
Ia menambahkan, Indonesia perlu bergerak dari posisi pengguna menjadi pengembang dan pengelola nilai digital. Melalui kolaborasi nasional, Telkom berharap aset dan kapabilitas digital dapat dimonetisasi secara lebih optimal. Langkah itu diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital global.
Penguatan Cloud Dan AI
Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 juga menyoroti sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, dan ketahanan siber nasional. Selain itu, forum ini membahas pembangunan kapasitas talenta digital sebagai fondasi penting kemandirian teknologi. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing teknologi Indonesia secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia. Telkom juga melihat peluang besar bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam ekosistem teknologi regional.
Seno menyampaikan, transformasi digital harus menjadi titik balik bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di ekosistem teknologi global. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan keamanan siber dinilai penting agar data serta nilai ekonomi digital nasional tumbuh untuk kepentingan Indonesia. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dan industri.
Charter Dan Inisiatif Baru
Forum ini juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk keseriusan bersama dalam memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional. Dokumen tersebut menjadi simbol komitmen untuk membangun fondasi digital yang lebih kuat dan terarah. Telkom menempatkan momentum ini sebagai langkah strategis untuk mendorong gerakan bersama di tingkat nasional.
Selain charter, Telkom memperkenalkan AdyaCakra sebagai inisiatif yang mendukung pengembangan kapabilitas digital nasional. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pengembang sekaligus penggerak ekosistem digital regional. Telkom menilai, kemandirian teknologi akan memberi ruang lebih besar bagi inovasi dan penciptaan nilai ekonomi.
Melalui forum tersebut, Telkom berharap tercipta kolaborasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Perusahaan menilai, ekosistem yang adaptif akan memperkuat daya saing nasional di tingkat regional maupun global. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Telkom dalam mendorong transformasi digital berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya mendorong adopsi teknologi. Menurut dia, Indonesia juga harus memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali atas infrastrukturnya sendiri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting dalam membangun ekosistem digital yang kuat.
Edwin mengatakan, Indonesia perlu memastikan bahwa pembangunan digital tidak membuat ketergantungan baru terhadap teknologi global. Ia menilai, bangsa ini harus mampu membangun kapabilitas digital nasional yang berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pelaku aktif, bukan sekadar pengguna teknologi.
Dari sisi keamanan siber, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya penguatan kendali nasional atas data strategis. Menurut dia, data strategis nasional perlu berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, kepemilikan, dan pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan sistem enkripsi untuk menjaga keamanan data nasional.
