Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Lewat Forum 2026

Teknologi BRH 31 Mei 2026 16:54 WIB 8
Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Lewat Forum 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, itu menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Agenda tersebut menyoroti tiga pilar utama, yakni Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty. Melalui forum ini, Telkom ingin mendorong ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam forum tersebut, termasuk perwakilan pemerintah, industri, dan penyedia teknologi global. Di antaranya Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, serta Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas. Hadir pula Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji dan Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah akselerasi transformasi digital global.

Kedaulatan Teknologi dan Kolaborasi

Seno Soemadji menilai forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan pandangan lintas sektor. Ia menekankan bahwa isu kedaulatan teknologi kini tidak lagi sebatas urusan teknis, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi dan keamanan nasional. Menurut dia, ketergantungan pada infrastruktur dan platform global perlu diantisipasi dengan membangun kapabilitas digital sendiri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dipandang menjadi syarat penting bagi penguatan ekosistem digital nasional.

Ia menambahkan, Indonesia harus mampu beralih dari sekadar pasar digital menjadi pelaku aktif dalam rantai nilai teknologi. Penguatan infrastruktur, platform, dan talenta digital dinilai akan membuka ruang bagi pengembangan aset digital nasional yang lebih produktif. Langkah tersebut juga diyakini dapat mendukung monetisasi kapabilitas digital secara lebih berkelanjutan. Dengan begitu, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat posisi di tingkat regional maupun global.

Telkom melihat momentum transformasi digital sebagai titik balik bagi penguatan kemandirian teknologi nasional. Dalam pandangan perusahaan, kedaulatan digital perlu dibangun melalui perlindungan data, penguasaan infrastruktur, dan kemampuan mengelola teknologi secara mandiri. Konsep tersebut disebut penting agar kepentingan strategis negara tetap berada dalam kendali nasional. Dengan fondasi yang kuat, ekosistem digital Indonesia dapat tumbuh lebih adaptif terhadap perubahan global.

Forum ini juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya ekosistem digital yang berdaulat. Para peserta menyoroti bahwa kedaulatan teknologi bukan hanya agenda industri, melainkan kebutuhan nasional. Hal itu berkaitan langsung dengan ketahanan data, keamanan sistem, dan keberlanjutan inovasi. Oleh sebab itu, forum ini diposisikan sebagai langkah awal menuju gerakan bersama yang lebih konkret.

Pilar Cloud AI Siber

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 menempatkan cloud, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi utama kedaulatan digital. Ketiganya dipandang saling terhubung dalam membangun sistem teknologi yang aman dan kompetitif. Cloud sovereignty dibutuhkan untuk memastikan kendali atas infrastruktur digital strategis. Sementara AI sovereignty dinilai penting agar pengembangan kecerdasan buatan tetap sesuai dengan konteks dan kebutuhan Indonesia.

Di sisi lain, cybersecurity sovereignty menjadi perhatian serius karena ancaman digital terus berkembang. Slamet Aji Pamungkas menegaskan bahwa data strategis nasional harus berada dalam yurisdiksi Indonesia. Menurut dia, pengelolaan data, kepemilikan sistem, dan aspek pengamanan perlu dikendalikan secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan sistem enkripsi sebagai bagian dari perlindungan data nasional.

Edwin Hidayat Abdullah turut menyoroti bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dengan mempercepat adopsi teknologi. Indonesia juga perlu memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali atas infrastrukturnya sendiri. Tanpa kendali itu, pembangunan ekosistem digital nasional akan bergantung pada pihak luar. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat kemandirian teknologi.

Telkom menilai penguatan tiga pilar tersebut akan membantu Indonesia membangun ekosistem digital yang lebih tangguh. Selain menjaga keamanan data, pendekatan itu juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional. Dalam jangka panjang, fondasi tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih sehat. Forum ini pun menjadi panggung untuk menyelaraskan kepentingan teknologi dengan kepentingan nasional.

Charter dan AdyaCakra

Selain menjadi ruang dialog, forum ini juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty. Dokumen tersebut menjadi simbol keseriusan para pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional. Kehadiran charter ini menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendorong kedaulatan digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memberi arah yang lebih jelas bagi pembangunan teknologi Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung peran Indonesia sebagai pengembang sekaligus penggerak ekosistem digital regional. AdyaCakra juga diposisikan sebagai kontribusi nyata Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty. Dengan begitu, nilai ekonomi digital dapat dikelola lebih optimal oleh Indonesia sendiri.

Seno menyebut AdyaCakra diharapkan mampu memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, pengembangan ekosistem digital yang lebih kuat akan menciptakan peluang inovasi baru. Selain itu, kapasitas teknologi yang lebih mandiri akan membuat Indonesia lebih siap menghadapi persaingan global. Inisiatif tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperbesar manfaat ekonomi digital bagi masyarakat dan industri.

Melalui forum ini, Telkom ingin mendorong gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia. Perusahaan menilai pembangunan digital tidak boleh berhenti pada konsumsi layanan, tetapi harus bergerak menuju penciptaan nilai. Karena itu, penguatan ekosistem digital nasional dipandang perlu dilakukan secara konsisten. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat teknologi bagi perekonomian nasional.

Strategi Telkom dan Talenta

Dalam arah transformasi TLKM 30, Telkom mempertegas perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional. Perusahaan terus memperkuat infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Langkah itu dirancang agar layanan digital dapat hadir lebih optimal dan relevan. Strategi tersebut juga memperlihatkan fokus Telkom pada penguatan fondasi digital jangka panjang.

Telkom juga mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence. Kelima pilar itu meliputi AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native. AI Campus difokuskan pada riset dan pengembangan talenta melalui kolaborasi dengan kampus. Sementara AI Playground, AI Connect, dan AI Hub menjadi ruang kreasi, komunitas, serta solusi untuk masyarakat dan industri.

Di sisi internal, AI Native digunakan untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasional perusahaan. Pendekatan ini menegaskan bahwa pengembangan AI tidak hanya diarahkan ke pasar eksternal, tetapi juga untuk efisiensi internal. Telkom menilai kombinasi antara riset, komunitas, solusi, dan penerapan internal akan memperkuat ekosistem AI nasional. Dengan model tersebut, perusahaan berharap dapat memberi dampak yang lebih luas bagi sektor digital.

Melalui inisiatif yang berkesinambungan, Telkom menargetkan penguatan perlindungan data dan kedaulatan digital nasional. Perusahaan juga ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri melalui inovasi yang relevan. Di tengah persaingan teknologi global, langkah ini dipandang penting untuk menjaga daya saing Indonesia. Forum 2026 pun menjadi penanda bahwa kedaulatan teknologi telah menjadi agenda strategis yang tidak dapat ditunda.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!