Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Lewat Forum 2026

Teknologi BRH 29 Mei 2026 15:47 WIB 8
Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Lewat Forum 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty.

Ajang tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, perwakilan Danantara Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara, serta mitra industri teknologi. Melalui forum ini, Telkom menegaskan komitmennya mendorong ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital global.

Kedaulatan teknologi digital

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menilai isu sovereignty semakin relevan seiring meningkatnya adopsi teknologi digital di banyak negara. Ketergantungan terhadap infrastruktur, platform, dan teknologi global kini tidak lagi semata persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional.

Menurut dia, kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan sovereign digital ecosystem agar data, infrastruktur, kapabilitas AI, dan keamanan digital nasional tetap berada dalam kepentingan, hukum, serta kendali negara. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengelola aset digitalnya sendiri secara berkelanjutan.

Seno menambahkan, momentum transformasi digital harus menjadi titik balik bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi global. Ia menekankan bahwa penguatan cloud, AI, dan keamanan siber menjadi fondasi penting agar nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh dan memberi manfaat lebih besar bagi Indonesia.

Kolaborasi lintas sektor

Forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan komunitas teknologi dalam membangun fondasi digital yang lebih kuat. Telkom menilai kerja bersama dibutuhkan agar Indonesia tidak berhenti sebagai pasar digital, tetapi juga menjadi pengembang dan penggerak inovasi teknologi regional.

Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, hingga pembangunan kapasitas talenta digital. Seluruh agenda itu diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan daya saing teknologi Indonesia secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Telkom juga menegaskan bahwa kolaborasi nasional diperlukan untuk mendorong monetisasi aset dan kapabilitas digital dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital global dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Peluncuran charter digital

Selain menjadi wadah dialog strategis, Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty. Dokumen ini menjadi bentuk keseriusan bersama untuk memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional.

Pada forum tersebut, Telkom turut memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diproyeksikan mendukung peran Indonesia sebagai pengembang sekaligus penggerak ekosistem digital regional.

Seno menyebut AdyaCakra diharapkan menjadi kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi kedaulatan digital Indonesia. Inisiatif itu juga ditujukan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekosistem digital yang lebih kuat, adaptif, dan kompetitif secara global.

Arah transformasi Telkom

Telkom menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arah strategi transformasi TLKM 30, yang menempatkan perusahaan sebagai orkestrator ekosistem digital nasional. Peran tersebut dijalankan melalui pengembangan infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

Visi kedaulatan teknologi itu juga tercermin dalam pengembangan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence. Kelima pilar tersebut meliputi AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native sebagai fondasi ekosistem AI nasional.

Melalui inisiatif berkelanjutan, Telkom menargetkan perlindungan data dan kedaulatan digital nasional semakin kuat. Pada saat yang sama, perusahaan ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri melalui pemanfaatan teknologi yang relevan dan terukur.

Regulasi dan keamanan siber

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara tentang percepatan adopsi teknologi. Menurut dia, kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur digital juga harus menjadi perhatian utama.

Edwin menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global. Ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Dari sisi keamanan siber, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyoroti pentingnya kendali nasional atas data dan sistem digital strategis. Ia menegaskan bahwa data strategis nasional perlu dikelola dalam yurisdiksi Indonesia, termasuk penguasaan sistem enkripsi untuk menjaga keamanan data nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!