Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 17:29 WIB 2
Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 1,5 persen secara tahunan. Perseroan juga mencatat EBITDA Rp18,0 triliun dengan margin 48,3 persen, serta laba bersih Rp4,3 triliun di tengah fase transformasi bisnis yang masih berlangsung.

Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan operasional, efisiensi biaya, dan disiplin eksekusi strategi TLKM 30. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut awal tahun ini menjadi fondasi yang baik untuk menjaga kontribusi perusahaan bagi pelanggan, masyarakat, dan negara.

Telkom Catat Kinerja Positif

Telkom menyampaikan kinerja kuartal pertama 2026 di tengah ketidakpastian makroekonomi yang masih terasa. Pendapatan konsolidasi perseroan mencapai Rp37,2 triliun, sedangkan EBITDA berada di level Rp18,0 triliun.

Laba bersih Telkom tercatat Rp4,3 triliun dengan margin 11,7 persen. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8 persen.

Perseroan menjelaskan, tekanan pada laba bersih terutama berasal dari percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama masa transformasi. Meski demikian, tekanan tersebut bersifat transisional dan non-cash, sehingga fundamental operasional dinilai tetap terjaga.

Arus kas operasional Telkom juga tumbuh 3,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,3 triliun. Peningkatan ini didorong oleh program efisiensi TOTEX dan perbaikan disiplin penagihan.

B2C Telkomsel Tumbuh Stabil

Pada segmen B2C, Telkomsel mencatat pendapatan konsolidasian Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pendapatan bisnis digital yang tetap solid.

Payload data juga meningkat 2,3 persen secara tahunan. Perseroan menilai pertumbuhan itu ditopang oleh investasi jaringan yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, dan peningkatan pengalaman pelanggan ikut mendorong ARPU menjadi Rp45.100. Angka tersebut naik 6,4 persen secara tahunan dan menandakan perbaikan pasar yang lebih sehat.

Telkomsel menargetkan penguatan ARPU melalui produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle. Perusahaan juga melihat kebutuhan konektivitas dan internet masih terus meningkat di pasar domestik.

Bisnis B2B Telkom Menguat

Segmen B2B Infrastructure menjadi salah satu penopang pertumbuhan dengan pendapatan Rp2,4 triliun. Capaian itu meningkat 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower atau FTTT. Pada lini menara telekomunikasi dan FTTT, Mitratel membukukan pendapatan Rp2,3 triliun.

Mitratel juga mencatat EBITDA margin yang stabil di 82,7 persen. Kinerja itu ditopang oleh pengelolaan biaya yang efektif dan fundamental bisnis yang kuat.

Di sisi lain, unit Wholesale & International Service membukukan pendapatan Rp2,8 triliun. Pertumbuhan interkoneksi naik 18,9 persen kuartal ke kuartal berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.

Transformasi Telkom Berlanjut

Telkom menegaskan transformasi TLKM 30 terus berjalan sesuai rencana. Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2 persen dari pendapatan.

Sebesar 99 persen capex dialokasikan untuk infrastruktur inti di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International. Sisanya digunakan untuk pengembangan platform digital secara disiplin.

Perseroan juga melanjutkan streamlining portofolio melalui divestasi, merger, dan likuidasi entitas non-core. Salah satu langkah yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis.

Selain itu, Telkom menyiapkan pemisahan tahap kedua bisnis dan aset wholesale fiber connectivity kepada InfraNexia. Langkah ini ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026 dan diarahkan untuk memperkuat monetisasi aset serta pertumbuhan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!