Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 13:12 WIB 2
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan solid sepanjang tahun buku 2025 dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp17,8 triliun, EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun, serta Total Shareholder Return sebesar 35,7% pada periode yang sama.

Capaian tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi yang dijalankan perseroan di tengah tekanan makroekonomi dan tantangan industri telekomunikasi. Telkom menegaskan fokus pada penguatan fundamental, peningkatan tata kelola, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Transformasi Telkom

Telkom menyatakan agenda transformasi menjadi fondasi utama kinerja sepanjang 2025. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan strategi TLKM 30 dirancang untuk mempercepat visi perseroan sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

Melalui pendekatan tersebut, Telkom menekankan empat pilar utama yang mencakup Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi shift. Setiap pilar diarahkan untuk memperkuat efisiensi, meningkatkan kualitas layanan, dan menyederhanakan struktur bisnis agar lebih fokus pada inti usaha.

Perseroan juga menegaskan komitmen pada pengembalian nilai kepada pemegang saham. Hal itu tercermin dari payout ratio 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program share buyback bernilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Kebijakan akuntansi

Di sisi lain, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan, termasuk dalam penentuan masa manfaat dan klasifikasi aset.

Penyesuaian tersebut berdampak pada kontraksi laba bersih sebesar 9,5% secara tahunan akibat meningkatnya beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan baru, perseroan juga melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024.

Manajemen menilai langkah ini memperkuat transparansi dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset. Kebijakan tersebut juga selaras dengan pilar pertama TLKM 30 yang menekankan tata kelola dan disiplin operasional.

Pulihnya bisnis Telkom

Segmen B2C masih menjadi penopang utama pendapatan Telkom melalui layanan mobile dan fixed broadband. Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp109,2 triliun, didukung kenaikan trafik data sebesar 15% secara tahunan.

Pemulihan Average Revenue Per User atau ARPU mulai terlihat sejak paruh kedua 2025. Kondisi ini dinilai akan berlanjut seiring kompetisi industri yang lebih sehat dan perbaikan kualitas jaringan.

Untuk 2026, Telkomsel akan menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan penguatan jaringan. Perseroan juga akan memperluas ekosistem digital secara selektif agar pertumbuhan tetap sehat dan relevan bagi masyarakat.

Infrastruktur dan belanja

Pada segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup terus memperkuat aset digital nasional, termasuk backbone serat optik lebih dari 210.000 kilometer dan jaringan menara di seluruh Indonesia. Segmen ini mencatat pendapatan Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% secara tahunan, ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber.

Bisnis menara melalui Mitratel juga mencatat kinerja kuat dengan pendapatan Rp9,5 triliun. Selain itu, segmen Wholesale & International Service membukukan pendapatan Rp10,7 triliun, sementara B2B ICT menghasilkan Rp15,3 triliun dari konektivitas, managed solution, dan layanan digital.

Sepanjang 2025, belanja modal Telkom mencapai Rp27,5 triliun atau 18,8% dari pendapatan. Sebesar 93% dana tersebut dialokasikan untuk perluasan infrastruktur di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!