Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun pada 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 05:49 WIB 7
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun pada 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga mencatat laba bersih Rp17,8 triliun dengan margin 12,1 persen, serta EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan Telkom menjaga pertumbuhan di tengah tekanan makroekonomi dan perubahan industri telekomunikasi. Capaian ini turut didukung strategi transformasi, penguatan tata kelola, dan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang.

Di saat yang sama, Total Shareholder Return Telkom sepanjang 2025 mencapai 35,7 persen, terdiri atas capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen. Perseroan juga menjalankan kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham melalui payout ratio 89 persen untuk tahun buku 2024, serta program share buyback maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Transformasi Telkom Menguat

Telkom menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama sejak 2025. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut strategi TLKM 30 diarahkan untuk memperkuat visi perusahaan sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Menurut dia, arah baru ini disusun agar perseroan tetap kompetitif secara global. Telkom juga menargetkan penciptaan nilai yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Strategi TLKM 30 bertumpu pada empat pilar utama yang saling terkait. Pilar pertama adalah Operational and Service Excellence untuk memperkuat tata kelola, disiplin organisasi, efisiensi proses, dan kualitas layanan. Pilar kedua adalah Streamlining, yakni penataan portofolio non-core business agar lebih optimal. Langkah ini diharapkan membuat bisnis inti telekomunikasi dan digital semakin fokus dan efisien.

Implementasi strategi tersebut mulai terlihat melalui sejumlah aksi korporasi. Divestasi AdMedika dan TelkoMedika telah memasuki tahap Conditional Sale and Purchase Agreement menuju penyelesaian penuh pada akhir paruh pertama 2026. Perseroan menilai langkah ini dapat memperkuat arus dividen dan menyederhanakan portofolio. Selain itu, kebijakan pengembalian nilai kepada investor menjadi bagian penting dari narasi transformasi Telkom.

Laba Bersih Tertekan Akuntansi

Telkom juga melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi sebagai tindak lanjut agenda total governance reset dari Danantara Indonesia. Penyesuaian ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan dan memastikan klasifikasi aset lebih tepat. Perseroan menekankan bahwa perubahan tersebut dilakukan demi prinsip kehati-hatian. Langkah ini sekaligus memperkuat transparansi dalam penyajian kinerja keuangan.

Namun, kebijakan tersebut berdampak pada kontraksi laba bersih secara tahunan sebesar 9,5 persen. Penurunan itu terutama dipicu peningkatan beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan baru, Telkom juga melakukan restatement atas laporan keuangan 2023 dan 2024. Meski demikian, perseroan menilai langkah ini penting untuk menjaga kualitas pelaporan jangka panjang.

Perubahan akuntansi tersebut juga selaras dengan pilar pertama TLKM 30. Operational and Service Excellence menuntut disiplin pengelolaan aset dan tata kelola yang lebih baik. Telkom menilai kebijakan ini akan membantu perusahaan membaca kondisi bisnis secara lebih akurat. Di tengah tantangan industri, konsistensi tata kelola menjadi faktor penopang kepercayaan pasar.

B2C Tunjukkan Pemulihan

Segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband masih menjadi penopang utama pendapatan Telkom. Telkomsel sebagai OpCo di segmen ini membukukan pendapatan konsolidasian Rp109,2 triliun pada tahun buku 2025. Kenaikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital mendorong trafik data tumbuh 15 persen secara tahunan. Kondisi itu ikut membantu pemulihan average revenue per user sejak paruh kedua 2025.

Telkomsel menargetkan pemulihan ARPU dapat terus berlanjut pada 2026. Perseroan akan menjaga harga secara tepat sasaran sekaligus memperkuat kualitas jaringan agar pelanggan tidak mudah berpindah. Penguatan ekosistem digital juga menjadi bagian dari strategi menjaga relevansi layanan. Di sisi lain, ekspansi internet rumah dilakukan lebih selektif agar pertumbuhan tetap sehat.

Manajemen menilai kemampuan belanja masyarakat perlu menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan layanan konsumen. Karena itu, strategi pertumbuhan difokuskan pada efisiensi modal dan kualitas pengalaman pelanggan. Telkomsel juga terus mengembangkan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan pasar. Pendekatan ini diharapkan menjaga posisi bisnis B2C tetap kuat di tengah kompetisi yang ketat.

Infrastruktur Jadi Andalan

Pada segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional melalui aset yang luas. Jaringan perseroan meliputi backbone serat optik lebih dari 210.000 kilometer, menara telekomunikasi, data center, cloud, hingga konektivitas satelit. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk menjangkau wilayah blank spot dan area dengan tantangan geografis tinggi. Dengan basis aset itu, Telkom memperkuat fondasi layanan digital nasional.

Pendapatan dari segmen B2B Infrastructure mencapai Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber. Telkom memiliki dua hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga enterprise data center di Serpong, Surabaya, dan Sentul, serta dua co-location data center di Singapura yang dikelola NeutraDC. Selain itu, ada 28 edge data center NeuCentrIX yang melayani kebutuhan layanan lebih dekat ke pengguna.

Di bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower, Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun. Perusahaan itu mencatat margin laba bersih 22,2 persen dan EBITDA margin 82,2 persen, didukung rasio penyewa 1,57 kali dari 40.230 menara. Pada wholesale dan international service, pendapatan Telkom tercatat Rp10,7 triliun. Sementara itu, bisnis B2B ICT membukukan pendapatan Rp15,3 triliun dari konektivitas, managed solution, dan digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!