Artis sekaligus mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila, membagikan perkembangan putranya, Arrasya Wardhana Bachtiar, yang disebut mengalami kemajuan signifikan setelah rutin mengikuti les bahasa Inggris sejak usia dini.
Istri Randi Bachtiar itu menuturkan, kebiasaan belajar yang dijalani Arrasya sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak kini mulai menunjukkan hasil nyata, baik dari sisi akademik maupun kepercayaan diri.
Bahasa Inggris Arrasya Meningkat
Tasya mengatakan kemampuan bahasa Inggris Arrasya berkembang pesat karena ia konsisten mengikuti kursus di English 1. Menurutnya, proses belajar yang dilakukan secara rutin membuat anaknya lebih cepat menyerap materi.
Ia menyebut Arrasya sudah mengikuti kelas bahasa Inggris sejak TK dan kini duduk di kelas 2 SD. Perjalanan itu, kata Tasya, membuktikan bahwa pembelajaran sejak dini dapat memberi dampak jangka panjang.
Dalam keterangannya pada Sabtu, 30 Mei 2026, Tasya menilai perkembangan sang anak sangat terlihat. Ia bahkan menegaskan bahwa kemampuan Arrasya tidak lagi sama seperti saat pertama kali mulai belajar.
Tasya menambahkan, peningkatan tersebut bukan hanya terasa dari percakapan sehari-hari, tetapi juga dari kemampuan memahami instruksi berbahasa asing. Hal itu membuatnya semakin yakin pada manfaat les yang dijalani putranya.
Nilai Sekolah Ikut Naik
Selain kemampuan berbicara, Tasya juga menyoroti perubahan pada nilai akademik Arrasya di sekolah. Nilai bahasa Inggris yang sebelumnya sempat biasa saja kini disebut mengalami lonjakan yang cukup besar.
Ia mengatakan, nilai anak pertamanya semula berada di angka C, lalu berubah menjadi A. Menurut Tasya, capaian itu menjadi bukti bahwa proses belajar yang tepat dapat memberi hasil yang terlihat.
Bagi Tasya, peningkatan nilai tersebut bukan semata angka di rapor. Ia menilai perubahan itu mencerminkan pemahaman yang lebih kuat terhadap pelajaran di kelas.
Ia juga menyebut pengalaman Arrasya menjadi contoh bahwa les bahasa Inggris yang dijalani dengan konsisten dapat memberi dampak positif. Hasil itu, menurutnya, terlihat nyata dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Percaya Diri Kian Bertumbuh
Meski nilai akademik membaik, Tasya menegaskan perubahan paling besar justru terjadi pada rasa percaya diri Arrasya. Ia mengaku lebih terkesan melihat sang anak kini berani berbicara tanpa terlalu takut salah.
Dulu, Arrasya kerap ragu saat harus memakai bahasa Inggris. Tasya menyebut sang anak sering khawatir jika ucapannya keliru, sehingga cenderung menahan diri untuk mencoba.
Kondisi itu kini berubah karena Arrasya lebih nyaman saat berkomunikasi. Tasya menilai perkembangan tersebut menjadi bekal penting bagi anak untuk berani belajar dan berinteraksi.
Menurutnya, kepercayaan diri adalah hasil yang sama pentingnya dengan penguasaan kosakata. Ia percaya kemampuan itu akan berguna bagi Arrasya saat menghadapi lingkungan belajar yang lebih luas.
Metode Belajar Lebih Seru
Tasya menilai kurikulum yang diterapkan dalam kursus anak saat ini semakin komprehensif. Arrasya tidak hanya diajarkan berbicara, tetapi juga dilatih membaca melalui materi yang disusun dengan cara menyenangkan.
Salah satu metode yang ia soroti adalah narrative reading, yaitu pembelajaran lewat kisah dan cerita. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat anak lebih mudah memahami konteks bahasa.
Ia menganggap metode membaca cerita juga membantu melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah sejak dini. Dengan cara itu, proses belajar terasa lebih efektif tanpa membuat anak tertekan.
Tasya pun memuji perkembangan dunia kursus anak yang dinilainya semakin kreatif dan adaptif. Ia menilai pendekatan seperti ini penting agar anak dapat belajar dengan senang hati sekaligus meraih hasil yang optimal.
