Tren fashion kembali bergerak ke arah yang lebih klasik, saat tas dengan siluet terstruktur seperti satchel, hobo, dan crossbody mulai diminati banyak pencinta gaya. Pergeseran ini terlihat di tengah dominasi desain eksperimental dan oversized dalam beberapa musim terakhir, karena konsumen kini mencari aksesori yang tetap stylish sekaligus fungsional.
Momentum tersebut semakin kuat dengan kembalinya brand asal Jerman, Liebeskind Berlin, yang dihadirkan lagi oleh Urban Icon di Indonesia. Jenama ini menonjolkan material kulit premium, desain praktis, dan siluet klasik yang dipadukan dengan pendekatan modern.
Tas klasik kembali diminati
Perhatian terhadap tas klasik bukan terjadi tanpa alasan, karena model seperti satchel dan crossbody menawarkan tampilan yang rapi, namun tetap fleksibel. Gaya ini dinilai mampu menyesuaikan kebutuhan pengguna yang aktif dan memiliki mobilitas tinggi. Dalam konteks fashion saat ini, fungsi dan estetika kembali berjalan beriringan.
Kecenderungan itu juga terlihat dari cara konsumen memilih aksesori yang dapat dipakai untuk berbagai kesempatan. Tas dengan bentuk terstruktur lebih mudah dipadukan dengan busana kasual maupun semi-formal. Hal ini membuatnya relevan di tengah kebutuhan gaya yang serba cepat.
Selain praktis, tas klasik juga dipandang memiliki nilai pakai yang panjang. Desainnya tidak mudah tergerus perubahan tren, sehingga lebih aman dijadikan pilihan jangka panjang. Bagi banyak orang, aspek tersebut menjadi pertimbangan penting dalam berbelanja fashion.
Liebeskind Berlin hadir lagi
Kehadiran kembali Liebeskind Berlin di Indonesia menjadi penanda bahwa pasar masih memberi ruang bagi produk fashion yang mengusung kesederhanaan elegan. Brand ini dikenal melalui koleksi berbahan kulit premium dengan karakter desain yang tegas namun tetap mudah digunakan. Urban Icon membawa label tersebut untuk menjawab permintaan konsumen yang semakin selektif.
Koleksi terbaru yang ditawarkan menonjolkan pendekatan modern tanpa meninggalkan identitas klasiknya. Palet warna netral seperti hitam, cokelat, dan earthy tone memperkuat kesan timeless pada setiap tas. Pilihan warna tersebut juga memudahkan konsumen memadukannya dengan isi lemari yang sudah ada.
Menurut Shannon Hartono, Executive Vice President Time International, koleksi ini menekankan keseimbangan antara desain, kenyamanan, dan fungsi. Ia menyebut tas yang baik harus tetap relevan lintas waktu agar tidak cepat kehilangan daya tarik. Pernyataan itu sejalan dengan arah tren fashion yang kembali mengutamakan nilai pakai.
Fungsi jadi pertimbangan utama
Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang mendorong naiknya minat terhadap tas fungsional. Konsumen kini membutuhkan aksesori yang mendukung aktivitas kerja, pertemuan, hingga mobilitas harian. Karena itu, desain yang praktis semakin diprioritaskan dibanding sekadar tampilan mencolok.
Model satchel medium menjadi pilihan untuk kebutuhan profesional karena bentuknya lebih terstruktur dan mampu memberi kesan rapi. Sementara itu, crossbody kecil cocok bagi mereka yang membutuhkan gerak cepat dalam aktivitas sehari-hari. Kombinasi ini membuat koleksi klasik terasa lebih adaptif terhadap gaya hidup urban.
Di sisi lain, kenyamanan juga ikut menentukan keputusan pembelian. Tas yang ringan, mudah dibawa, dan tidak merepotkan akan lebih disukai dalam penggunaan jangka panjang. Tren ini menunjukkan bahwa fashion kini tidak hanya soal visual, tetapi juga soal kegunaan.
Investasi gaya jangka panjang
Banyak fashion enthusiast mulai melihat tas klasik sebagai investasi gaya yang lebih aman. Alasannya sederhana, desain yang timeless cenderung bertahan lebih lama dibanding model yang terlalu mengikuti arus tren sesaat. Dengan begitu, pemiliknya bisa memakainya dalam berbagai musim tanpa terlihat ketinggalan zaman.
Kualitas material juga menjadi faktor yang memperkuat nilai investasi tersebut. Tas berbahan kulit premium umumnya memiliki daya tahan yang lebih baik dan tampilan yang tetap elegan seiring waktu. Dalam jangka panjang, karakter seperti ini membuat produk lebih bernilai di mata konsumen.
Relevansi merek seperti Liebeskind Berlin pun kembali menguat di tengah pasar yang semakin selektif. Konsumen kini lebih cermat memilih produk yang seimbang antara estetika, fungsi, dan ketahanan. Karena itu, tas klasik kembali menemukan tempatnya dalam peta fashion modern.
