Swatch mengumumkan kolaborasi teranyar dengan Audemars Piguet, menandai kejutan besar di dunia horologi. Kolaborasi ini mengikuti jejak kerja sama Swatch dengan Omega dan Blancpain, meski Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch. Gaya desain dan bentuk produk yang akan datang masih dirahasiakan, namun berbagai pengamat memperkirakan Royal Pop akan menonjolkan jam saku dengan sentuhan Royal Oak yang ikonik.
Sejak MoonSwatch pada 2022, Swatch telah memicu gelombang minat global terhadap kolaborasi jam tangan yang terjangkau. MoonSwatch, versi terjangkau dari Omega Speedmaster, terjual signifikan dengan harga sekitar 260 dolar AS per unit. Sukses tersebut berlanjut lewat kerja sama dengan Blancpain melalui reinterpretasi Fifty Fathoms, sementara kemajuan terbaru dengan Audemars Piguet dinilai mengejutkan karena AP berdiri sendiri, tidak berada dalam Swatch Group.
Produk perdana Royal Pop dijadwalkan rilis pada Sabtu, 16 Mei. Ketersediaannya terbatas, hanya di toko Swatch tertentu di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Beberapa gerai telah menampilkan instalasi promosi bertema pop art yang terinspirasi karya Andy Warhol.
Dinamika Desain Royal Pop
Konsep pop sendiri bukan hal baru bagi Swatch. Sejak 1986, perusahaan ini pernah meluncurkan lini jam yang bisa dilepas, difungsikan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku. Kampanye terbaru diperkirakan menjadikan Royal Pop sebagai aksesori multifungsi, bukan sekadar penunjuk waktu.
Promosi menampilkan visual bergaya pop art dengan sentuhan warna cerah. Gambaran tersebut terinspirasi karya Andy Warhol, lengkap dengan ilustrasi mesin otomatis Sistem51 milik Swatch. Hal ini memperkuat arah kampanye sebagai aksesori multifungsi.
François-Henry Bennahmias, mantan CEO Audemars Piguet, menyatakan bahwa kolaborasi serupa MoonSwatch memiliki potensi positif untuk mengenalkan horologi pada generasi muda. Pendapat tersebut dikutip beberapa media, dan dianggap tidak mengurangi integritas merek premium. AP juga baru saja kembali mengeksplorasi jam saku melalui model 150th Heritage yang dirilis beberapa bulan lalu.
Antisipasi Pasar
Daya tarik Royal Pop diperkirakan memicu antrean panjang di kota besar dunia. Peluncuran diproyeksikan berawal di beberapa toko Swatch terpilih di Amerika Serikat sebagai fokus uji coba global. Minat penggemar horologi meningkat menjelang tanggal rilis.
Secara historis, Audemars Piguet memiliki rekam jejak kuat dalam pembuatan jam saku. Salah satu modelnya, Grosse Pièce, pernah terjual hingga US$ 7,7 juta dalam lelang di Sotheby’s. Nilai sejarah tersebut memperkuat daya tarik kolaborasi ini di pasar barang mewah.
Dukungan pasar terlihat kuat meski rilisnya masih dinantikan. Daya tarik produk ini diperkirakan mendorong antusiasme lebih luas terhadap horologi mewah di berbagai negara. Kini, rilis Royal Pop diungkap sebagai momen penting bagi jajaran merek jam tangan premium.
