Swatch dan Audemars Piguet Hadirkan Jam Saku Royal Pop

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 05:18 WIB 2
Swatch dan Audemars Piguet Hadirkan Jam Saku Royal Pop

Swatch dan Audemars Piguet kembali menarik perhatian kolektor melalui peluncuran jam saku edisi terbatas bernama Royal Pop. Koleksi ini memadukan desain ikonik Royal Oak dengan warna-warna cerah khas Swatch, sehingga langsung memancing antusiasme pembeli di berbagai negara.

Produk tersebut mulai dijual pada 16 Mei di sejumlah pasar, dengan harga mulai dari 535 dolar AS atau sekitar Rp9,4 juta hingga 570 dolar AS atau sekitar Rp10 juta. Di Amerika Serikat, Singapura, hingga Indonesia, antrean panjang terbentuk sejak pagi, bahkan sebelum toko dibuka.

Antrean Jam Saku Memanjang

Di New York, para penggemar sudah menunggu sejak sehari sebelumnya untuk mendapatkan Royal Pop. Mereka membawa kursi lipat, makan siang, dan berbincang sambil menjaga posisi di antrean.

Situasi serupa terlihat di Times Square, ketika sekitar 70 orang bergantian menjaga antrean agar tidak kehilangan giliran. Sebagian dari mereka mengaku belum mengetahui pasti model yang akan dijual saat datang ke lokasi.

Setelah katalog diperlihatkan, sejumlah calon pembeli memilih mundur karena produk yang dirilis tidak sesuai ekspektasi. Meski begitu, antrean tetap terbentuk dan menunjukkan kuatnya daya tarik kolaborasi dua merek tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana peluncuran produk terbatas masih mampu menciptakan euforia besar di pasar jam tangan. Nama besar Audemars Piguet dan karakter pop milik Swatch menjadi kombinasi yang efektif memancing rasa penasaran publik.

Royal Pop Jadi Sorotan

Royal Pop terdiri atas delapan jam saku biokeramik dengan warna cerah dan dilengkapi tali pengikat. Desainnya menggabungkan elemen Royal Oak yang identik dengan nuansa mewah bersama sentuhan visual retro dari lini Pop era 1980-an.

Kolaborasi ini dinilai unik karena mempertemukan dua citra yang sangat berbeda dalam satu produk. Di satu sisi ada kesan eksklusif, sementara di sisi lain muncul pendekatan yang lebih santai dan penuh warna.

Harga yang ditawarkan juga menempatkan Royal Pop pada segmen yang masih relatif terjangkau untuk produk kolaborasi bermerek tinggi. Kondisi itu membuat minat konsumen tidak hanya datang dari kolektor, tetapi juga dari pembeli yang ingin memiliki barang edisi khusus.

Swatch dan Audemars Piguet tampaknya berhasil memanfaatkan nostalgia sekaligus nilai kelangkaan untuk memperkuat daya tarik produk. Strategi tersebut membuat Royal Pop lebih dari sekadar aksesori, melainkan juga objek koleksi yang dicari banyak orang.

Respon Pasar Asia Menguat

Di Singapura, antrean sudah terbentuk sejak pukul 07.00 pada hari peluncuran di Ion Orchard. Ratusan calon pembeli bahkan mendapat nomor antrean tidak resmi untuk mengatur giliran masuk ke toko.

Swatch disebut hanya mengizinkan satu pembelian jam tangan per orang setiap hari. Kebijakan itu membuat permintaan terlihat tetap tinggi, meskipun stok yang tersedia terbatas.

Respon pasar Asia menunjukkan bahwa produk ini memiliki magnet yang kuat di kalangan penggemar jam tangan. Kombinasi merek global dan desain yang mudah dikenali menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat.

Antusiasme tersebut juga mempertegas bahwa rilisan edisi terbatas masih sangat efektif menciptakan sensasi pasar. Ketika pasokan dibatasi, nilai persepsi terhadap produk biasanya ikut meningkat di mata konsumen.

Antusiasme Tiba di Jakarta

Di Indonesia, euforia serupa terlihat di Grand Indonesia, Jakarta, ketika orang-orang mulai mengantre sejak pagi sebelum pusat perbelanjaan dibuka. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa minat terhadap Royal Pop tidak hanya terjadi di luar negeri.

Laporan di lokasi menyebutkan antrean sempat dibubarkan oleh petugas keamanan. Meski begitu, fakta bahwa calon pembeli datang lebih awal menandakan tingginya rasa penasaran terhadap produk tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana produk jam tangan dapat berubah menjadi peristiwa gaya hidup yang menyedot perhatian publik. Dalam kasus Royal Pop, desain, kelangkaan, dan nama besar merek menjadi faktor yang saling menguatkan.

Dengan sambutan yang besar di berbagai negara, Royal Pop berpotensi menjadi salah satu rilisan kolaborasi paling dibicarakan tahun ini. Bagi para kolektor, kesempatan mendapatkan produk seperti ini kerap dianggap sebagai momen yang tidak boleh dilewatkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!