IHSG Melemah Setelah Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Forex & Saham Gilang Nabaris 28 Mei 2026 06:26 WIB 2
IHSG Melemah Setelah Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah sempat bergerak positif di sesi pagi. Berdasarkan data RTI Business, indeks terkoreksi 0,82 persen ke level 6.318,50 di tengah lonjakan tekanan jual usai pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Pada pukul 11.19 WIB, IHSG bahkan sempat terjun lebih dari 2 persen sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan.

Perdagangan hari ini juga mencatat nilai transaksi Rp35 triliun dengan volume 41,12 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2.466.564 kali. Di pasar, 483 saham melemah, 207 saham menguat, dan 126 saham bergerak stagnan, menandakan sentimen negatif mendominasi hingga penutupan.

IHSG dan Sentimen Pasar

Pergerakan IHSG pada hari ini menunjukkan perubahan arah yang cukup tajam sejak awal perdagangan. Indeks sempat menguat lebih dari 1 persen ke level 6.459,55 sebelum berbalik melemah menjelang sesi siang.

Tekanan jual menguat setelah pasar mencermati pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI. Pernyataan mengenai penguatan tata kelola ekspor komoditas SDA memicu respons hati-hati dari pelaku pasar.

Penurunan IHSG ke posisi 6.318,50 setara dengan koreksi 52,179 poin. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen kebijakan masih menjadi faktor penting dalam pergerakan indeks saham domestik.

Meski melemah, aktivitas transaksi tetap tinggi dan menunjukkan minat pasar yang belum sepenuhnya hilang. Investor tampak tetap aktif menyesuaikan portofolio sambil menunggu kepastian implementasi kebijakan pemerintah.

Tekanan Pada Saham Mineral

Sejumlah saham sektor mineral menjadi pemberat utama pelemahan indeks pada perdagangan hari ini. Koreksi terjadi pada emiten besar yang selama ini kerap menjadi penopang pergerakan IHSG.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO turun 4,29 persen ke Rp2.230 per saham. PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN juga terkoreksi 6,31 persen ke Rp2.970 per saham.

PT Bumi Resources Tbk atau BUMI melemah 6,99 persen ke Rp173 per saham, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA turun 4,21 persen ke Rp6.825 per saham. Di sisi lain, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN anjlok 9,23 persen ke Rp590 per saham dan PT Petrosea Tbk atau PTRO melemah 7,41 persen ke Rp4.000 per saham.

Koreksi pada saham-saham tersebut memberi tekanan tambahan terhadap pergerakan sektor terkait. Hal ini membuat pemulihan IHSG menjadi lebih terbatas hingga penutupan perdagangan.

Kebijakan Ekspor SDA

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas SDA. Kebijakan ini disebut sebagai langkah strategis untuk memastikan hasil ekspor memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan penjualan ekspor komoditas strategis akan dilakukan melalui BUMN. Dengan skema tersebut, pemerintah ingin memperkuat kontrol atas arus ekspor dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Komoditas yang masuk dalam pengaturan itu antara lain minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy. Ketentuan ini membuat pelaku pasar menilai akan ada perubahan pada rantai bisnis sejumlah emiten terkait sumber daya alam.

Reaksi pasar terhadap kebijakan ini muncul cepat, terutama di saham-saham yang sensitif terhadap regulasi ekspor. Investor kini menunggu rincian teknis aturan agar dapat menilai dampaknya terhadap kinerja emiten dan arus perdagangan.

Prospek Pergerakan IHSG

Secara teknikal, pelemahan IHSG hari ini menambah sinyal bahwa pasar masih dibayangi volatilitas tinggi. Pergerakan yang sempat menguat lalu berbalik turun menunjukkan sentimen domestik masih mudah memengaruhi arah indeks.

Volume transaksi yang besar mengindikasikan pelaku pasar tetap aktif, baik untuk akumulasi maupun distribusi saham. Namun, dominasi saham melemah menunjukkan kehati-hatian masih menjadi pilihan utama investor.

Ke depan, arah IHSG akan sangat dipengaruhi respons pasar terhadap implementasi aturan ekspor SDA. Jika kepastian regulasi dinilai positif, indeks berpeluang kembali menguat secara bertahap.

Namun jika pasar menilai aturan itu menambah ketidakpastian bagi emiten terkait, tekanan jual masih dapat berlanjut. Kondisi tersebut membuat investor disarankan mencermati perkembangan kebijakan dan pergerakan saham sektor komoditas secara lebih selektif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!