Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000

Forex & Saham Gilang Nabaris 28 Mei 2026 06:23 WIB 2
Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan hari ini, meski posisinya dinilai mendekati titik terendah sejak krisis pasar akibat pandemi COVID-19. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi itu tidak akan berlangsung lama karena fundamental ekonomi Indonesia disebut masih kuat.

Purbaya mengatakan IHSG berpeluang kembali ke level 8.000-an seperti pada awal 2026. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026, dengan keyakinan bahwa perbaikan ekonomi akan mendorong kinerja emiten dan pasar saham.

Prospek IHSG dan Fundamental

Purbaya menilai pergerakan harga saham pada akhirnya ditentukan oleh fundamental perusahaan. Menurut dia, fundamental perusahaan sendiri sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional. Jika ekonomi membaik, maka profitabilitas emiten juga cenderung meningkat.

Dengan dasar itu, ia meyakini IHSG memiliki ruang untuk kembali menguat ke level 8.000-an. Pandangan tersebut disampaikan bukan semata dari sentimen pasar, melainkan dari prospek ekonomi yang disebut terus membaik. Karena itu, ia melihat pelemahan yang terjadi saat ini sebagai fase sementara.

Ia juga menegaskan bahwa pasar saham akan mengikuti arah perbaikan ekonomi. Ketika pertumbuhan, laba perusahaan, dan ekspektasi pasar bergerak positif, harga saham biasanya ikut merespons. Dalam pandangannya, kondisi tersebut akan membantu IHSG bangkit lebih cepat.

Purbaya menambahkan bahwa pemulihan pasar tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Ia menyebut, jika dilihat dari sisi teknikal, pergerakan positif bisa terjadi dalam waktu dekat. Keyakinan itu menjadi dasar optimisme terhadap arah IHSG ke depan.

Saham Undervalue Jadi Peluang

Dalam kesempatan itu, Purbaya menyarankan investor untuk mencermati saham perusahaan yang masih untung namun harganya tertekan. Menurut dia, kondisi seperti itu menunjukkan saham berada di bawah nilai wajarnya atau undervalue. Situasi tersebut justru bisa menjadi peluang untuk membeli.

Ia menilai investor tidak perlu terlalu khawatir dengan volatilitas pasar saat ini. Selama perusahaan memiliki kinerja yang baik, harga saham yang turun dinilai hanya mencerminkan ketidakseimbangan sementara. Dengan demikian, potensi keuntungan tetap terbuka di masa mendatang.

Purbaya menyampaikan bahwa saham yang fundamentalnya bagus dan harganya jatuh justru layak dipertimbangkan. Ia mengatakan, bila perusahaan tetap menghasilkan laba, pembelian pada saat harga rendah berpeluang memberi hasil positif. Pandangan itu sejalan dengan prinsip dasar investasi jangka menengah dan panjang.

Ia meminta para pelaku pasar untuk tetap tenang dan melihat prospek ekonomi secara menyeluruh. Menurut dia, kekhawatiran berlebihan hanya akan mengaburkan peluang yang ada. Karena itu, ia menekankan pentingnya membaca fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.

Pemerintah Jaga Ekonomi

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki perekonomian nasional ke depan. Ia menyebut upaya itu dilakukan secara berkelanjutan agar pertumbuhan bisa semakin cepat. Dengan ekonomi yang lebih sehat, pasar modal diharapkan memperoleh dorongan yang lebih kuat.

Ia percaya, penguatan ekonomi akan berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat. Ketika perusahaan mampu meningkatkan laba, minat beli investor terhadap saham juga cenderung naik. Hal itu pada akhirnya dapat mendorong indeks bergerak lebih tinggi.

Menurut Purbaya, arah kebijakan ekonomi yang positif akan memberikan sinyal baik bagi pasar. Ia menilai pasar membutuhkan kepastian bahwa kondisi makro tetap terjaga. Jika kepercayaan meningkat, arus dana ke saham berpotensi kembali menguat.

Ia juga menyebut bahwa kerja pemerintah untuk menjaga ekonomi tidak akan berhenti. Fokus utamanya adalah menciptakan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. Dengan landasan itu, ia optimistis pasar saham akan ikut pulih.

Rebound IHSG Dinilai Dekat

Purbaya memperkirakan IHSG akan rebound dalam waktu yang tidak lama. Ia bahkan menyebut, dari sisi teknikal, penguatan bisa terlihat sejak minggu depan. Pernyataan itu mempertegas optimisme bahwa tekanan pasar saat ini bersifat sementara.

Ia menilai pasar hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali bergerak naik. Selama fundamental ekonomi berada di jalur yang baik, rebound dinilai sulit dihindari. Pandangan tersebut memberi sinyal positif bagi investor yang menunggu momentum.

Keyakinan Purbaya juga didukung oleh pandangannya atas kondisi makroekonomi Indonesia. Menurut dia, ekonomi yang sehat akan menjadi penopang utama bagi kinerja pasar saham. Karena itu, IHSG disebut memiliki ruang besar untuk kembali ke level lebih tinggi.

Dengan kombinasi fundamental kuat dan prospek perbaikan ekonomi, Purbaya melihat masa depan IHSG tetap cerah. Ia meminta pelaku pasar untuk tidak takut menghadapi fluktuasi jangka pendek. Fokus utama, menurut dia, adalah membaca arah ekonomi yang terus membaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!