Susu vs Krimer, Mana yang Lebih Sehat untuk Minuman?

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 08:27 WIB 8
Susu vs Krimer, Mana yang Lebih Sehat untuk Minuman?

Susu dan krimer sama-sama kerap digunakan sebagai campuran kopi atau teh karena mampu menghasilkan warna putih susu serta tekstur yang lebih creamy. Namun, di balik tampilan yang mirip, kandungan gizi keduanya berbeda cukup signifikan dan penting dipahami oleh masyarakat yang memperhatikan asupan nutrisi harian.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih sehat untuk campuran minuman, susu atau krimer. Jawabannya bergantung pada kebutuhan gizi, karena susu sapi dan krimer non-dairy memiliki komposisi yang sangat berbeda.

Susu dan Krimer

Susu sapi merupakan produk alami yang mengandung beragam zat gizi esensial, seperti protein, lemak, karbohidrat alami, kalsium, serta vitamin B2, B12, dan vitamin A. Kandungan ini menjadikan susu sebagai bahan campuran minuman yang tidak hanya memberi rasa, tetapi juga nilai gizi.

Sementara itu, krimer non-dairy adalah produk formulasi industri yang umumnya dibuat dari campuran minyak nabati, gula atau sirup glukosa, pengemulsi, dan perisa. Fungsinya adalah menghasilkan tekstur creamy dan rasa gurih pada minuman.

Meski disebut non-dairy, beberapa produk krimer masih dapat mengandung turunan protein susu seperti sodium caseinate. Karena itu, label komposisi tetap perlu dibaca sebelum membeli.

Protein dan Kalsium

Perbedaan paling mencolok antara susu dan krimer terletak pada kandungan protein dan kalsiumnya. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu gelas susu sapi sekitar 240 ml mengandung sekitar 8 gram protein berkualitas tinggi.

Protein dalam susu terdiri dari kasein dan whey yang mudah dicerna tubuh. Susu juga dikenal sebagai complete protein karena mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Sebaliknya, satu sajian krimer bubuk sekitar satu sendok makan umumnya mengandung kurang dari 1 gram protein. Bahkan, sebagian besar produk mencantumkan angka nol pada label kemasannya.

Nilai Gizi Harian

Dalam hal kalsium, susu sapi mengandung sekitar 300 mg per gelas atau sekitar 30 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Angka ini membuat susu menjadi salah satu sumber kalsium yang baik untuk mendukung kesehatan tulang.

Temuan tersebut sejalan dengan studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2022. Studi itu menyimpulkan bahwa susu sapi mengandung kalsium, fosfor, dan sejumlah vitamin lebih tinggi dibandingkan sebagian besar minuman alternatif berbasis nabati.

Sementara itu, sebagian besar krimer non-dairy tidak mengandung protein dan kalsium sebanyak susu, kecuali pada produk tertentu yang telah difortifikasi. Karena itu, dari sisi pemenuhan gizi harian, susu cenderung lebih unggul.

Pilihan yang Lebih Sehat

Jika tujuan utama adalah memperoleh tambahan gizi, susu sapi umumnya menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan krimer. Kandungan protein, kalsium, dan vitaminnya memberi manfaat yang lebih jelas bagi tubuh.

Namun, bagi sebagian orang yang hanya mengutamakan rasa, krimer tetap bisa digunakan secara sesekali. Meski begitu, kandungan gula, lemak nabati, dan bahan tambahan lain tetap perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Jika ingin campuran minuman yang lebih bernutrisi, susu lebih layak diprioritaskan daripada krimer.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!