Susu dan krimer sama-sama kerap digunakan sebagai campuran kopi atau teh untuk menghasilkan warna putih susu dan tekstur yang lebih creamy. Meski tampak serupa, keduanya memiliki kandungan gizi yang berbeda cukup signifikan, sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan nutrisi masing-masing orang.
Bagi mereka yang memperhatikan asupan harian, perbedaan antara susu dan krimer tidak bisa diabaikan karena menyangkut protein, kalsium, dan zat gizi lain yang berpengaruh pada kesehatan. Pertanyaannya, di antara keduanya, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk dicampurkan ke dalam minuman favorit?
Susu dan krimer berbeda
Susu sapi merupakan produk alami yang mengandung protein, lemak, karbohidrat alami, kalsium, serta vitamin penting seperti B2, B12, dan A. Kandungan tersebut menjadikan susu sebagai bahan campuran minuman yang tidak hanya memberi rasa lembut, tetapi juga menambah nilai gizi.
Krimer non-dairy, sebaliknya, umumnya merupakan produk formulasi industri yang dibuat dari minyak nabati, gula atau sirup glukosa, pengemulsi, dan perisa. Tujuannya adalah menciptakan tekstur creamy serta rasa gurih yang serupa dengan susu.
Meski disebut non-dairy, beberapa produk krimer masih dapat mengandung turunan protein susu seperti sodium caseinate. Karena itu, konsumen tetap perlu membaca label kemasan agar memahami komposisi yang sebenarnya.
Protein lebih tinggi pada susu
Perbedaan paling mencolok antara susu dan krimer terletak pada kandungan protein. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu gelas susu sapi sekitar 240 ml mengandung sekitar 8 gram protein berkualitas tinggi.
Protein pada susu terdiri atas kasein dan whey yang mudah dicerna tubuh. Selain itu, susu dikenal sebagai complete protein karena mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Sebaliknya, satu sajian krimer bubuk sekitar satu sendok makan umumnya mengandung kurang dari 1 gram protein. Pada banyak produk, nilai protein bahkan tercantum nol pada label kemasan.
Kalsium mendukung tulang
Selain protein, susu sapi juga unggul dalam kandungan kalsium. USDA mencatat satu gelas susu sapi mengandung sekitar 300 mg kalsium, atau sekitar 30 persen dari kebutuhan harian orang dewasa.
Kandungan tersebut membuat susu menjadi salah satu sumber kalsium yang baik untuk mendukung kesehatan tulang. Dalam jangka panjang, asupan kalsium yang cukup membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Temuan itu sejalan dengan studi di jurnal Frontiers in Nutrition pada 2022 yang menyebut susu sapi mengandung kalsium, fosfor, dan sejumlah vitamin lebih tinggi dibandingkan sebagian besar minuman alternatif berbasis nabati. Krimer non-dairy umumnya tidak memberikan manfaat serupa kecuali pada produk tertentu yang telah difortifikasi.
Pilih sesuai kebutuhan
Jika tujuan utama adalah mendapatkan tambahan gizi, susu lebih unggul dibandingkan krimer. Kandungan protein, kalsium, dan vitamin di dalamnya memberi manfaat yang lebih nyata bagi tubuh.
Namun, bagi sebagian orang yang hanya menginginkan rasa creamy tanpa menambah banyak nutrisi, krimer masih menjadi pilihan praktis. Pilihan ini kerap digunakan karena mudah ditemukan dan memiliki rasa yang konsisten.
Meski demikian, konsumen tetap disarankan memperhatikan kadar gula, lemak, serta komposisi bahan tambahan pada krimer. Dengan membaca label secara cermat, masyarakat dapat memilih campuran kopi atau teh yang lebih sesuai dengan kebutuhan kesehatan masing-masing.
