Suplemen Kolagen, Benarkah Efektif untuk Kulit Lebih Muda?

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 19:37 WIB 6
Suplemen Kolagen, Benarkah Efektif untuk Kulit Lebih Muda?

Suplemen kolagen tengah menjadi sorotan di industri kecantikan karena diklaim dapat membuat kulit tampak lebih muda, segar, dan halus. Popularitasnya terus meningkat seiring banyaknya konsumen yang berharap hasil instan dari produk ini. Di tengah tren tersebut, para ahli mengingatkan bahwa klaim manfaat kolagen perlu dilihat secara lebih kritis.

Secara global, sekitar 60 juta orang disebut mengonsumsi suplemen kolagen setiap hari, sementara pasar produknya diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS pada 2025. Meski begitu, berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa suplemen, termasuk kolagen, belum tentu efektif dan kerap dianggap tidak sebanding dengan harganya yang mahal. Tinjauan baru terhadap puluhan uji klinis kemudian memunculkan pandangan yang lebih seimbang soal manfaatnya.

Manfaat Suplemen Kolagen

Tinjauan terhadap 113 uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi kolagen secara rutin dan konsisten dapat memberi dampak positif bagi kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan mulut. Hasil tersebut membuat sebagian dokter kulit menilai kolagen tidak sepenuhnya bisa dikesampingkan. Namun, manfaat yang paling konsisten tampak pada hidrasi dan elastisitas kulit.

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menyebut tinjauan ini sebagai salah satu yang paling komprehensif. Ia menilai kolagen memberikan peningkatan kecil, tetapi konsisten, pada hidrasi dan elastisitas kulit. Pandangan serupa juga muncul dari dokter kulit lain yang mengikuti perkembangan studi tersebut.

Hadley King, dokter kulit bersertifikasi dari New York City, menegaskan bahwa bukti yang ada memang menunjukkan potensi manfaat yang cukup beragam. Ia menyebut suplemen kolagen tidak diklasifikasikan sebagai obat, tetapi tetap memiliki peluang membantu sebagian orang. Karena itu, penggunaannya masih perlu dipertimbangkan secara hati-hati.

Bukti Ilmiah Masih Terbatas

Meski hasil studi terlihat menjanjikan, para ahli menilai data yang tersedia belum sepenuhnya konsisten. Kualitas analisis antarpenelitian juga belum merata, sehingga masih ada risiko bias dalam kesimpulan. Kondisi ini membuat efektivitas kolagen belum bisa dipastikan secara menyeluruh.

Johns Hopkins University sebelumnya juga pernah menyoroti kebiasaan konsumsi suplemen melalui studi berjudul Enough is Enough: Stop Wasting Money on Vitamin and Mineral Supplements. Studi itu menegaskan bahwa tidak semua suplemen memberi manfaat nyata bagi kesehatan. Karena itu, anggapan bahwa semua produk tambahan pasti berguna perlu dikaji ulang.

Menurut Gohara, tinjauan terbaru itu bahkan tidak menunjukkan bahwa kolagen mampu secara signifikan mengurangi kerutan halus. Padahal, pengurangan tanda penuaan menjadi alasan utama banyak orang membeli produk ini. Ia pribadi juga enggan mengonsumsi kolagen sebelum ada persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat.

Sikap Dokter Soal Kolagen

Daniel Belkin, dokter kulit dari New York City, mengaku kini lebih percaya diri merekomendasikan suplemen kolagen kepada pasien. Meski demikian, ia tetap menekankan bahwa data yang tersedia belum cukup untuk mendukung rekomendasi luas. Ia menilai riset lanjutan masih dibutuhkan untuk memperjelas siapa yang paling mungkin mendapat manfaat.

Hadley King juga mengaku mengonsumsi beberapa produk seperti Biosil Collagen Generator dan Body Health Perfect Amino. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman pribadi tidak bisa dijadikan dasar rekomendasi medis. Menurutnya, bukti ilmiah tetap harus menjadi acuan utama sebelum produk dipakai secara luas.

Para dokter sepakat bahwa siapa pun yang ingin mencoba suplemen kolagen sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit tepercaya. Memilih produk dengan bukti ilmiah yang memadai juga menjadi langkah penting agar keputusan lebih aman. Dengan begitu, konsumsi suplemen tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan kesehatan secara nyata.

Perawatan Kulit Tetap Utama

Para ahli mengingatkan bahwa suplemen kolagen tidak boleh menjadi satu-satunya andalan untuk merawat kulit. Langkah mendasar seperti penggunaan sunscreen dan retinoid tetap memegang peran penting dalam mencegah penuaan dini. Rutinitas perawatan kulit yang konsisten akan memberi dampak lebih jelas dalam jangka panjang.

Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, perubahan hormon, dan gaya hidup yang kurang sehat menjadi faktor utama yang mempercepat penuaan kulit. Karena itu, solusi terbaik bukan hanya mengandalkan produk tambahan, melainkan juga memperbaiki kebiasaan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Suplemen kolagen dapat diposisikan sebagai pendukung, bukan pengganti perawatan dasar. Jika digunakan, hasilnya pun perlu dipahami sebagai bagian dari proses yang bertahap dan tidak instan. Dengan ekspektasi yang realistis, konsumen dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan sesuai kebutuhan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!