Studi Baru Ungkap Cara Rambut Uban Bisa Kembali Berpigmen

Lifestyle Clara Monica 27 Mei 2026 00:28 WIB 2
Studi Baru Ungkap Cara Rambut Uban Bisa Kembali Berpigmen

Munculnya uban selama ini dikenal sebagai tanda penuaan yang sulit dihindari, namun sebuah studi terbaru memberi harapan baru bagi dunia kesehatan rambut. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature mengungkap mekanisme di balik uban dan kemungkinan untuk membalikkan proses tersebut di masa depan.

Temuan itu berasal dari penelitian pada tikus, sehingga hasilnya belum bisa langsung diterapkan pada manusia. Meski masih awal, studi ini dianggap penting karena membuka peluang terapi baru untuk mencegah atau memperlambat rambut beruban.

Sel punca melanosit

Para peneliti menemukan bahwa sel punca melanosit, yaitu sel yang berperan memberi pigmen pada rambut, dapat terjebak di satu bagian folikel rambut. Saat kondisi ini terjadi, sel tersebut tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Akibatnya, protein yang dibutuhkan untuk menghasilkan warna rambut tidak terbentuk secara optimal. Rambut kemudian kehilangan pigmen dan tampak abu-abu atau beruban.

Dalam kondisi normal, sel punca melanosit seharusnya bergerak antarbagian di dalam folikel rambut. Pergerakan ini membantu pertumbuhan rambut tetap sehat dan berpigmen.

Mekanisme uban pada rambut

Ketika mobilitas sel punca terganggu, proses pigmentasi rambut tidak berjalan semestinya. Salah satu faktor yang diduga memicu gangguan ini adalah pertambahan usia.

Seiring waktu, kemampuan sel untuk berpindah dan bekerja secara efektif dapat menurun. Kondisi itu membuat rambut lebih mudah kehilangan warna alami.

Menurut para peneliti, gangguan pada pergerakan sel inilah yang menjadi salah satu kunci munculnya uban. Temuan ini memberi gambaran baru tentang bagaimana proses penuaan memengaruhi warna rambut.

Harapan terapi di masa depan

Peneliti menyebut temuan ini berpotensi menjadi dasar untuk membalikkan proses uban di masa mendatang. Caranya adalah dengan membantu sel yang terjebak agar dapat bergerak kembali di dalam folikel rambut.

Qi Sun, penulis utama studi sekaligus peneliti di NYU Langone Health, menilai hasil ini sebagai langkah penting dalam sains rambut. Ia mengatakan bahwa mekanisme tersebut membuka peluang pendekatan baru untuk mencegah uban.

Namun, para ahli menekankan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap awal. Karena masih dilakukan pada hewan, diperlukan studi lanjutan untuk memastikan apakah temuan itu berlaku pada manusia.

Cara menjaga rambut

Meski uban tidak dapat dicegah sepenuhnya karena merupakan bagian dari proses penuaan, ada langkah yang bisa membantu memperlambat kemunculannya. Salah satunya adalah mengurangi stres yang berlebihan.

Kebiasaan merokok juga sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat kerusakan sel. Selain itu, asupan nutrisi yang seimbang penting untuk menjaga kesehatan rambut.

Suplemen seperti vitamin B12, D, E, tembaga, dan zat besi disebut dapat membantu melindungi rambut dari stres oksidatif. Dengan perawatan yang tepat, kesehatan rambut dapat dijaga lebih optimal sejak dini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!