Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi untuk Internet 3T

Teknologi BRH 27 Mei 2026 01:38 WIB 2
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi untuk Internet 3T

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan mulai memperkuat layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian pengoperasian satelit berkapasitas 160 Gbps itu turut disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut pengoperasian Satelit Nusantara Lima sebagai simbol penting bagi kemandirian nasional di sektor konektivitas. Ia menegaskan satelit itu tidak hanya mendukung Indonesia, tetapi juga memiliki cakupan ke Malaysia dan Filipina.

Satelit Nusantara Lima Perkuat Internet

Adi menjelaskan bahwa Satelit Nusantara Lima dirancang untuk menjadi tulang punggung konektivitas digital nasional. Dari total kapasitas 160 Gbps, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan Indonesia.

Menurut dia, sekitar 20 Gbps disiapkan untuk Filipina dan 20 Gbps lainnya untuk Malaysia. Sisanya, yakni 140 Gbps, digunakan untuk melayani kebutuhan dalam negeri.

PSN menilai kapasitas itu penting untuk menjawab kebutuhan pemerataan akses internet di berbagai daerah. Kebutuhan tersebut mencakup layanan untuk pemerintah, swasta, dan berbagai lembaga lain.

Dengan kapasitas besar, Satelit Nusantara Lima diharapkan mampu menghadirkan opsi konektivitas yang lebih andal. Harapan itu terutama ditujukan bagi wilayah yang masih sulit dijangkau jaringan terestrial.

Investasi Besar Dan Izin Operasi

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap awal hingga pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Nilai tersebut mencerminkan skala besar proyek yang dikerjakan untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.

Pengoperasian satelit itu resmi dilakukan setelah memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut diberikan usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Uji Laik Operasi berlangsung pada 23 hingga 24 April 2026 dan menjadi tahapan penting sebelum satelit dinyatakan siap beroperasi. Proses ini memastikan seluruh sistem berjalan sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku.

PSN menilai izin tersebut memperkuat posisi Satelit Nusantara Lima sebagai infrastruktur strategis nasional. Dengan status resmi beroperasi, satelit ini kini dapat digunakan secara lebih luas untuk mendukung layanan internet di Indonesia.

Cakupan ASEAN Dan Kemandirian

Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Cakupan itu menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital yang lebih kuat di kawasan Asia Tenggara.

Adi menyebut keberadaan satelit tersebut sebagai bukti bahwa negara-negara tetangga juga membutuhkan konektivitas yang mandiri. Ia menilai kebutuhan itu semakin penting di tengah dinamika politik global yang terus berubah.

PSN juga menjelaskan bahwa saat ini Satelit N5 telah dipastikan digunakan sebagai konektivitas nasional di Filipina. Pada saat yang sama, perseroan masih melakukan penjajakan untuk pasar Malaysia.

Menurut PSN, kondisi itu menunjukkan bahwa kapasitas satelit Indonesia dapat bersaing di tingkat regional. Hal tersebut sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai penyedia infrastruktur digital yang semakin diperhitungkan.

Dukungan Untuk Layanan Nasional

Satelit Nusantara Lima diproyeksikan melayani berbagai kebutuhan masyarakat selama lebih dari 15 tahun masa operasional. Targetnya mencakup layanan internet cepat untuk publik, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi itu mencakup tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan.

Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, N5 menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

Dengan tahapan tersebut, Satelit Nusantara Lima kini memasuki fase pemanfaatan penuh untuk mendukung pemerataan akses internet. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi konkret bagi percepatan transformasi digital nasional.

Tag Terkait
#satelit#internet#3T

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!