Stres Bisa Picu Kembung dan Begah, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 16:16 WIB 5
Stres Bisa Picu Kembung dan Begah, Ini Penjelasannya

Stres dan emosi yang memuncak tidak hanya berdampak pada pikiran, tetapi juga dapat memicu gangguan fisik yang terasa nyata pada tubuh. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah perut kembung dan begah, meski pola makan seseorang tidak berubah.

Para ahli menjelaskan, kondisi ini terjadi karena sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh sistem saraf dan keadaan emosional. Saat tubuh berada dalam tekanan, proses cerna dapat melambat, lalu gas lebih mudah menumpuk di saluran pencernaan.

Stres dan Kembung

Rebecca Ditkoff, konselor makan dan pemilik praktik Nutrition by RD di New York City, menyebut usus sebagai otak kedua manusia. Menurut dia, hubungan antara sistem saraf dan pencernaan membuat emosi mudah tercermin pada kondisi perut.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh tidak lagi berada dalam keadaan tenang untuk mencerna makanan secara optimal. Akibatnya, perut dapat terasa penuh, tidak nyaman, dan lebih mudah mengalami bloating.

Melissa Groves Azzaro, RDN, menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya berada dalam dua kondisi sistem saraf, yaitu fight-or-flight dan rest-and-digest. Ketika stres meningkat, tubuh cenderung masuk ke mode waspada dan melepaskan hormon stres dalam jumlah besar.

Respons itu awalnya berguna untuk menghadapi ancaman, tetapi dalam kehidupan modern pemicunya bisa berupa tekanan kerja, tenggat waktu, atau masalah pribadi. Dalam kondisi tersebut, prioritas tubuh bergeser dari pencernaan ke upaya bertahan.

Respons Pencernaan

Sistem saraf enterik berperan langsung dalam mengatur kerja saluran cerna dan menjadi penghubung antara saraf serta fungsi pencernaan. Saat sistem ini terdampak stres, gerakan usus dan produksi sekresi pencernaan ikut menurun.

Aliran darah kemudian lebih banyak diarahkan ke otot, agar tubuh siap bergerak atau melawan ancaman. Dampaknya, proses pengolahan makanan di lambung dan usus menjadi tidak efisien.

Jika makanan berada lebih lama di saluran pencernaan, gas lebih mudah terperangkap di dalamnya. Kondisi inilah yang membuat perut terasa kembung, penuh, dan kadang disertai rasa begah.

Pada sebagian orang, respons stres tidak hanya berupa kembung, tetapi juga kram perut atau diare. Artinya, setiap tubuh dapat menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap tekanan emosional yang sama.

Tanda Tubuh Bereaksi

Gangguan pencernaan akibat stres kerap muncul tanpa perubahan pola makan yang jelas. Karena itu, keluhan perut yang muncul mendadak sering kali tidak langsung disadari berkaitan dengan kondisi emosional.

Beberapa orang merasa mual, kehilangan nafsu makan, atau justru makan berlebihan saat berada di bawah tekanan. Ada pula yang merasakan tubuhnya memburuk karena gangguan pencernaan kronis ikut kambuh.

Ditkoff menegaskan, kondisi seperti ini umum terjadi dan hampir semua orang pernah mengalaminya dalam bentuk yang berbeda. Perbedaan respons tersebut dipengaruhi oleh sensitivitas tubuh, kebiasaan makan, dan tingkat stres masing-masing orang.

Dalam situasi tertentu, tubuh bahkan benar-benar berada dalam kondisi fight-or-flight, misalnya saat berlari atau menghadapi ancaman nyata. Saat itu terjadi, sistem pencernaan memang tidak menjadi prioritas utama bagi tubuh.

Cara Meredakan Kembung

Langkah utama untuk mengurangi kembung akibat stres adalah membantu tubuh kembali ke fase rest-and-digest. Pada fase ini, hormon stres menurun, aliran darah kembali lancar, dan sistem pencernaan dapat bekerja lebih baik.

Ditkoff menyarankan agar seseorang makan dalam kondisi yang tenang, tanpa tergesa-gesa atau dibebani tekanan berat. Makan saat stres tetap dianjurkan bila tubuh membutuhkan asupan, tetapi sebaiknya dilakukan dengan ritme yang lebih santai.

Menarik napas dalam, berjalan ringan, dan memberi jeda sebelum makan dapat membantu tubuh lebih rileks. Kebiasaan sederhana ini dapat mendukung kerja pencernaan sekaligus menurunkan kemungkinan perut terasa begah.

Selain itu, penting mengenali pemicu stres agar keluhan tidak terus berulang. Jika kembung muncul berulang dan disertai gejala lain yang mengganggu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Tag Terkait
#stres#kembung#begah

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!