Strategi UMKM Menembus Pasar Global Lewat Riset Pasar

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 20:36 WIB 7
Strategi UMKM Menembus Pasar Global Lewat Riset Pasar

Produk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar global. Kunci utamanya terletak pada kesiapan produk, riset pasar, serta kemampuan membangun relasi dengan calon pembeli di negara tujuan.

Owner of Woh Chips by Kultiva Co, Suryaningsih Wibowo, mengatakan bahwa pelaku UMKM perlu memahami siapa target pasar, kapan produk dibutuhkan, dan berapa harga yang sesuai. Menurut dia, persiapan yang matang akan membantu produk lebih mudah masuk ke negara tujuan ekspor.

Riset pasar UMKM ekspor

Suryaningsih menegaskan bahwa riset pasar menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Melalui market research, pelaku usaha dapat mengetahui siapa target konsumen, produk apa yang dibutuhkan, dan bagaimana posisi harga yang tepat. Tanpa pemahaman itu, produk berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ia menjelaskan bahwa riset juga membantu pelaku UMKM menyesuaikan karakter produk dengan preferensi pembeli di negara tujuan. Informasi mengenai kebiasaan konsumsi, selera, dan daya beli akan menjadi dasar penting dalam menyusun strategi ekspor. Dengan begitu, produk yang dibawa bukan sekadar siap jual, tetapi juga relevan.

Dalam pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025, Suryaningsih menekankan pentingnya pendekatan yang terukur. Ia menyebut bahwa pelaku usaha perlu memahami pasar sebelum memutuskan untuk memasarkan produk ke luar negeri. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan peluang produk diterima lebih luas.

Relasi bisnis jadi kunci

Selain riset, Suryaningsih menilai relasi bisnis memiliki peran besar dalam keberhasilan ekspor. Menurut dia, bisnis bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga membangun hubungan dan komunikasi yang baik. Dari relasi itulah pelaku usaha dapat memahami kebutuhan konsumen secara lebih mendalam.

Ia menambahkan bahwa hubungan yang kuat dengan mitra usaha akan mempermudah proses pengenalan produk di pasar luar negeri. Pelaku UMKM dapat memperoleh informasi tentang tren, permintaan, dan peluang penjualan dari jejaring yang dimiliki. Hal ini membantu mereka menyesuaikan strategi pemasaran dengan kondisi pasar.

Suryaningsih juga menilai bahwa networking, baik di tingkat lokal maupun internasional, menjadi modal penting bagi UMKM. Jaringan yang luas akan membuka akses terhadap peluang promosi dan potensi kerja sama baru. Dengan dukungan itu, produk lokal berpeluang lebih besar untuk dikenal di pasar global.

Pelatihan bantu siapkan UMKM

Pelatihan bagi UMKM yang disediakan pemerintah disebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam mendorong ekspor. Menurut Suryaningsih, program tersebut memberi banyak manfaat, termasuk bantuan dalam memasarkan produk. Dukungan seperti ini membuat pelaku usaha lebih siap menghadapi persaingan.

Ia mengatakan bahwa pembinaan dari kementerian dan lembaga terkait dapat memperkuat kapasitas UMKM. Melalui pelatihan, pelaku usaha dapat memahami standar pasar, strategi penjualan, dan cara berkomunikasi dengan calon pembeli. Semua itu menjadi bekal penting untuk memperluas jangkauan bisnis.

Suryaningsih menilai fasilitas pendampingan juga membantu pelaku usaha menemukan jalur promosi yang lebih efektif. Koneksi yang dibangun melalui program pemerintah dapat mempertemukan UMKM dengan pasar yang tepat. Dengan demikian, proses ekspor tidak lagi berjalan sendiri, melainkan didorong oleh ekosistem yang mendukung.

Ekspor lewat pameran internasional

Produk Woh Chips by Kultiva Co saat ini telah diekspor ke 10 negara, termasuk Kanada, Thailand, Prancis, China, Singapura, Australia, dan Malaysia. Perjalanan tersebut tidak lepas dari partisipasi dalam pameran yang diselenggarakan BNI di Hongkong. Kesempatan itu menjadi pintu masuk bagi produk untuk dikenal lebih luas.

Suryaningsih mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam pameran luar negeri memberi dampak nyata bagi perkembangan usahanya. Tahun lalu, partisipasi dalam pameran BNIXpora di Hongkong membuka jalan ekspor ke China. Hasil tersebut diperoleh melalui dukungan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.

Ia menegaskan bahwa pameran internasional bukan hanya ajang promosi, tetapi juga sarana membangun kepercayaan pasar. Saat produk diperkenalkan langsung kepada calon mitra, peluang kerja sama akan lebih terbuka. Bagi UMKM, langkah ini menjadi bukti bahwa strategi yang tepat dapat membawa produk lokal menembus pasar dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!