ST016 Jadi Alternatif Investasi Syariah Berimbal Hasil Menarik

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 22:25 WIB 2
ST016 Jadi Alternatif Investasi Syariah Berimbal Hasil Menarik

Minat masyarakat terhadap investasi syariah terus meningkat di tengah dinamika pasar keuangan global yang penuh ketidakpastian. Di Indonesia, tren ini tercermin dari lonjakan transaksi investor syariah yang mencapai 104 persen dengan nilai Rp11,2 triliun pada akhir 2025, menurut Statistik Pasar Modal Syariah OJK.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti kapitalisasi pasar modal syariah yang menyentuh Rp8.900 triliun. Salah satu instrumen yang kini menjadi sorotan adalah Surat Berharga Syariah Negara, khususnya ST016 yang ditujukan bagi investor individu WNI.

Investasi Syariah ST016 Makin Diminati

ST016 hadir sebagai pilihan investasi yang menggabungkan prinsip syariah, imbal hasil menarik, dan risiko yang terukur. Instrumen ini diterbitkan pemerintah untuk memperluas basis investor domestik sekaligus mendukung pembiayaan APBN 2026.

Produk ini terdiri atas dua seri, yaitu Sukuk Tabungan Seri ST016T2 dengan tenor dua tahun dan Green Sukuk Seri ST016T4 dengan tenor empat tahun. Masa penawaran dibuka pada 8 Mei 2026 hingga 3 Juni 2026.

ST016 dipasarkan melalui mitra distribusi di pasar perdana domestik dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Meski demikian, investor tetap memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberadaan ST016 memperlihatkan bahwa instrumen syariah kini semakin kompetitif di tengah kebutuhan masyarakat akan investasi yang aman dan sesuai prinsip etis. Produk ini juga menjadi sarana perencanaan keuangan yang relevan bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Keunggulan Sukuk Tabungan ST016

Salah satu daya tarik utama ST016 adalah jaminan pemerintah terhadap pembayaran kupon dan pokok hingga jatuh tempo. Karena dijamin undang-undang, instrumen ini dinilai memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah.

Imbal hasil ST016 juga menarik karena menggunakan skema floating with floor. Artinya, kupon dapat naik jika suku bunga acuan meningkat, tetapi tidak akan turun di bawah batas minimum yang telah ditetapkan.

Tingkat imbalan awal ST016T2 ditetapkan sebesar 6,05 persen per tahun, sedangkan ST016T4 sebesar 6,25 persen per tahun. Kedua seri ini menawarkan kupon yang dibayar setiap bulan kepada investor individu WNI.

Dari sisi akses, pembelian ST016 dapat dilakukan secara daring melalui sistem elektronik SBN Online maupun aplikasi BRImo. Dengan modal minimal Rp1 juta, instrumen ini menjadi terjangkau bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi secara syariah.

Risiko Yang Perlu Dipahami

Meski tergolong rendah risiko, investor tetap perlu memahami karakteristik ST016 sebelum membeli. Pengetahuan yang cukup akan membantu investor menyesuaikan instrumen ini dengan tujuan keuangan masing-masing.

Risiko gagal bayar pada ST016 relatif kecil karena negara menjamin pembayaran kupon dan pokok melalui APBN. Dengan dasar hukum yang kuat, instrumen ini memberikan rasa aman yang lebih tinggi dibanding banyak produk investasi lain.

Dari sisi likuiditas, ST016 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, investor masih bisa melakukan pencairan lebih awal melalui fasilitas early redemption pada waktu yang telah ditetapkan.

Risiko tingkat bunga juga tidak menjadi persoalan besar karena nilai pokok tidak berubah mengikuti pergerakan pasar. Sifat kupon yang tetap hingga jatuh tempo membuat ST016 cocok bagi investor yang mengutamakan stabilitas arus kas.

Cara Pesan Lewat BRImo

Proses pemesanan ST016 dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi BRImo. Bagi nasabah yang sudah memiliki akun SBN, cukup masuk ke menu Investasi, pilih SBN, lalu masukkan nominal pemesanan.

Setelah itu, nasabah dapat melanjutkan pembayaran menggunakan kode billing yang diterbitkan sistem. Minimal pemesanan ditetapkan sebesar Rp1 juta sehingga mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Bagi calon investor yang belum pernah membeli SBN, registrasi perlu dilakukan terlebih dahulu di kantor cabang BRI terdekat. Proses ini dibutuhkan untuk memperoleh Single Investor Identification atau SID serta rekening surat berharga.

Melalui ST016, investor dapat mengembangkan aset dengan potensi imbal hasil hingga 6,25 persen per tahun sambil berkontribusi pada pembangunan nasional. Informasi lebih lanjut tersedia melalui tautan resmi bbri.id/st016 sebelum masa penawaran berakhir.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!