Self-Care Tak Harus Mahal, Istirahat Juga Bisa

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 02:33 WIB 6
Self-Care Tak Harus Mahal, Istirahat Juga Bisa

Self-care kerap dianggap identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja sebagai bentuk healing. Anggapan itu tidak sepenuhnya tepat, karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara sederhana. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menjelaskan bahwa self-care tidak selalu membutuhkan uang. Ia menilai istirahat juga dapat menjadi bentuk self-care yang valid.

Pemahaman tersebut penting, terutama di kalangan anak muda yang sering mengaitkan self-care dengan aktivitas konsumtif. Padahal, tubuh dan pikiran justru dapat pulih lewat jeda yang cukup. Annisa menyebut, banyak orang keliru karena mengira self-care harus mahal. Menurutnya, yang utama adalah pemenuhan kebutuhan diri secara seimbang.

Self-Care Tanpa Biaya

Annisa menegaskan bahwa salah satu mitos terbesar tentang self-care adalah anggapan bahwa semua bentuk perawatan diri harus mengeluarkan biaya. Padahal, kebutuhan untuk beristirahat tidak selalu berkaitan dengan pengeluaran. Menurut dia, jeda singkat dari rutinitas sudah dapat membantu tubuh dan pikiran pulih. Karena itu, self-care bisa dimulai dari hal paling sederhana.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang merasa self-care hanya sah jika dilakukan lewat aktivitas berbayar. Pandangan seperti ini membuat sebagian orang menunda merawat diri karena merasa tidak punya cukup anggaran. Sementara itu, kebutuhan emosional dan fisik tetap harus dipenuhi. Annisa menilai, self-care seharusnya mudah diakses oleh siapa saja.

Menurutnya, self-care bukanlah simbol kemewahan, melainkan cara menjaga keseimbangan hidup. Saat seseorang terlalu lelah, tubuh membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Di titik itu, istirahat bisa menjadi pilihan yang paling masuk akal. Dengan begitu, perawatan diri tidak lagi dipahami sebagai gaya hidup eksklusif.

Pandangan ini sekaligus meluruskan kebiasaan masyarakat yang sering mengukur kualitas self-care dari besarnya biaya. Annisa menekankan bahwa inti dari self-care adalah pemulihan energi. Jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi, seseorang akan lebih siap kembali beraktivitas. Karena itu, makna self-care perlu dipahami secara lebih jernih.

Istirahat Juga Self-Care

Banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk beristirahat atau rebahan. Annisa menilai perasaan itu wajar, tetapi tidak perlu dibesarkan. Menurutnya, istirahat justru bagian dari upaya merawat diri. Selama dilakukan secara wajar, rebahan bukanlah bentuk kemalasan.

Ia menyampaikan bahwa me-time sederhana, seperti duduk tenang atau tidur cukup, juga termasuk self-care. Tubuh yang terus dipaksa bekerja tanpa jeda akan lebih cepat kelelahan. Karena itu, istirahat menjadi ruang untuk mengembalikan tenaga. Dalam pandangannya, pemulihan tidak harus selalu datang dari aktivitas yang rumit.

Namun, Annisa mengingatkan bahwa istirahat tetap perlu dikendalikan agar tidak berlebihan. Jika seseorang terlalu lama rebahan, produktivitas dan aktivitas harian bisa terganggu. Batas yang sehat perlu dijaga agar istirahat tetap bermanfaat. Dengan demikian, self-care tidak berubah menjadi kebiasaan yang menghambat.

Ia menyebut, keseimbangan adalah kunci dalam menerapkan self-care. Istirahat dibutuhkan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan tanggung jawab masing-masing orang. Saat jeda digunakan secara tepat, manfaatnya akan terasa lebih besar. Kondisi tubuh pun menjadi lebih siap menghadapi rutinitas berikutnya.

Makna Self-Care Sejati

Annisa menjelaskan bahwa self-care pada dasarnya adalah upaya mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras. Ia mengibaratkan tubuh seperti baterai yang perlu diisi ulang setelah digunakan seharian. Ketika tenaga habis, seseorang membutuhkan ruang untuk pulih. Itulah sebabnya self-care memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menuturkan bahwa aktivitas yang padat dapat membuat seseorang merasa kosong dan sangat lelah. Dalam kondisi seperti itu, self-care membantu mengembalikan isi pada “tangki” yang menipis. Analogi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan bukan sekadar pilihan tambahan. Pemulihan adalah kebutuhan agar seseorang tetap bisa berfungsi dengan baik.

Self-care juga tidak bisa disamakan dengan memanjakan diri secara berlebihan. Annisa menilai, perawatan diri adalah bagian dari menjaga stabilitas mental dan fisik. Saat energi kembali terisi, seseorang akan lebih fokus dan bersemangat. Dengan begitu, self-care memiliki dampak langsung pada kualitas hidup.

Karena itu, self-care seharusnya dipahami sebagai kebutuhan dasar, bukan hadiah sesekali. Ketika seseorang memahami maknanya secara tepat, ia tidak mudah terjebak pada tekanan sosial. Perawatan diri pun menjadi lebih realistis untuk dijalankan. Hasilnya, tubuh dan pikiran dapat bekerja lebih seimbang.

Pilihan Self-Care Sederhana

Annisa menyebut self-care memiliki banyak bentuk dan tidak terbatas pada jalan-jalan atau traveling. Ada pilihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa biaya besar. Istirahat cukup, menjauh sejenak dari gawai, dan mengambil waktu sendiri termasuk di antaranya. Langkah-langkah kecil itu tetap memberi dampak yang berarti.

Ia menjelaskan bahwa seseorang boleh menolak ajakan jika memang sedang membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Sikap itu bukan egois, melainkan bentuk menjaga kondisi mental. Selain itu, beribadah atau meditasi juga dapat menjadi pilihan. Aktivitas tersebut membantu menenangkan pikiran dan menguatkan sisi spiritual.

Untuk kebutuhan fisik, olahraga ringan bisa menjadi opsi yang mudah dilakukan. Sementara itu, journaling atau refleksi diri dapat membantu mengelola emosi. Membaca buku dan belajar hal baru pun termasuk self-care mental. Semua pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

Dengan beragam bentuk yang tersedia, self-care sebenarnya dapat dijalankan oleh siapa saja. Yang terpenting adalah mengenali kondisi diri dan memberikan respons yang sesuai. Ketika kebutuhan fisik, emosional, mental, dan spiritual diperhatikan, hidup menjadi lebih seimbang. Dari sana, self-care tidak lagi terasa sebagai kemewahan, melainkan kebiasaan sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!