Self-Care Tak Harus Mahal, Ini Penjelasan Psikolog

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 01:43 WIB 2
Self-Care Tak Harus Mahal, Ini Penjelasan Psikolog

Self-care kerap dianggap identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja untuk healing. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara sederhana. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menjelaskan hal itu dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini.

Menurut Annisa, self-care tidak selalu membutuhkan biaya, bahkan istirahat pun sudah termasuk bentuk merawat diri. Ia menegaskan bahwa banyak orang keliru karena mengira self-care harus selalu mengeluarkan uang. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak terbebani standar yang tidak realistis.

Self-Care Tidak Harus Mahal

Annisa menilai mitos terbesar soal self-care adalah keyakinan bahwa seseorang harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukannya. Padahal, istirahat sederhana di rumah juga bisa menjadi bentuk self-care yang efektif. Hal ini relevan bagi banyak anak muda yang kerap merasa bersalah saat memilih beristirahat.

Ia menjelaskan bahwa me-time tidak selalu berarti pergi ke tempat wisata atau membeli barang baru. Ketika seseorang memberi ruang untuk diam dan menenangkan diri, tubuh dan pikiran tetap mendapat manfaat. Karena itu, self-care perlu dipahami sebagai kebutuhan, bukan kemewahan.

Pemahaman yang keliru sering membuat orang mengabaikan sinyal lelah dari tubuh dan pikiran. Akibatnya, mereka terus memaksakan diri hingga kehabisan energi. Annisa mengingatkan bahwa perawatan diri justru membantu seseorang kembali pulih.

Dalam pandangannya, self-care yang sederhana lebih mudah dijalankan secara konsisten. Kebiasaan kecil seperti tidur cukup dan mengambil jeda bisa memberi dampak besar. Langkah ini juga lebih realistis untuk diterapkan dalam rutinitas harian.

Istirahat Juga Bentuk Perawatan Diri

Banyak orang merasa bersalah saat memilih rebahan atau tidak melakukan apa pun setelah hari yang melelahkan. Annisa menegaskan bahwa istirahat justru merupakan bagian dari self-care. Menurutnya, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih setelah digunakan beraktivitas sepanjang hari.

Ia menyebut bahwa berbaring sejenak dan memberi waktu untuk me-time sudah termasuk upaya merawat diri. Namun, istirahat tetap perlu dilakukan secara seimbang agar tidak berubah menjadi kebiasaan yang menghambat produktivitas. Karena itu, waktu beristirahat sebaiknya diatur dengan bijak.

Annisa menekankan pentingnya mengenali batas tubuh sebelum kelelahan semakin berat. Saat energi menurun, berhenti sejenak bisa membantu memulihkan fokus. Langkah sederhana ini dapat mencegah stres yang menumpuk.

Istirahat yang cukup juga membantu seseorang kembali hadir secara utuh dalam aktivitas berikutnya. Dengan kondisi tubuh yang lebih segar, kualitas kerja dan interaksi sosial dapat meningkat. Self-care pun menjadi bagian dari menjaga keseimbangan hidup.

Makna Self-Care yang Sebenarnya

Annisa menjelaskan bahwa self-care adalah upaya mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras. Ia mengibaratkannya seperti baterai yang perlu diisi ulang agar bisa kembali digunakan. Analogi ini membantu memahami bahwa self-care adalah proses pemulihan.

Saat tubuh dan pikiran terasa kosong, seseorang membutuhkan ruang untuk mengisi ulang tenaga. Aktivitas padat, tekanan pekerjaan, dan rutinitas harian dapat menguras kapasitas emosi. Karena itu, self-care berfungsi menjaga daya tahan diri.

Menurut Annisa, self-care bukan sekadar memanjakan diri dengan gaya hidup mewah. Lebih dari itu, self-care adalah kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan hidup. Dengan kondisi yang stabil, seseorang lebih siap menghadapi tantangan harian.

Ia juga menilai bahwa kesadaran ini penting agar masyarakat tidak memandang remeh kebutuhan istirahat. Ketika seseorang memahami arti self-care yang sesungguhnya, keputusan untuk berhenti sejenak menjadi lebih mudah diterima. Hal ini membuat perawatan diri terasa lebih sehat dan berkelanjutan.

Contoh Self-Care yang Sederhana

Annisa menyebut self-care memiliki banyak bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Tidak semua orang harus melakukan traveling atau aktivitas luar rumah untuk merasa pulih. Pilihannya dapat dimulai dari hal yang paling mudah dilakukan.

Beberapa contoh sederhana adalah istirahat cukup di akhir pekan dan tidak membuka urusan kerja untuk sementara waktu. Menolak ajakan juga sah dilakukan jika seseorang memang membutuhkan waktu sendiri. Sikap ini bukan egois, melainkan bentuk menjaga kondisi diri.

Ia juga menjelaskan adanya berbagai jenis self-care, mulai dari spiritual, fisik, emosional, hingga mental. Spiritual self-care bisa dilakukan melalui ibadah atau meditasi, sedangkan fisik dapat berupa olahraga ringan. Untuk aspek emosional, journaling atau refleksi diri dapat membantu menata perasaan.

Sementara itu, self-care mental dapat dilakukan dengan membaca buku atau belajar hal baru. Beragam pilihan ini menunjukkan bahwa perawatan diri tidak harus rumit. Yang terpenting adalah menemukan cara yang sesuai dan dapat dijalankan secara konsisten.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!