Seberapa Sering Handuk Mandi Harus Dicuci? Ini Jawabannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 20:16 WIB 2
Seberapa Sering Handuk Mandi Harus Dicuci? Ini Jawabannya

Handuk mandi adalah perlengkapan yang dipakai hampir setiap hari, namun sering kali luput dari perhatian saat berbicara soal kebersihan. Padahal, handuk yang tampak bersih belum tentu bebas dari bakteri, sel kulit mati, dan sisa minyak tubuh.

Dokter spesialis kulit Annie Chiu, pendiri The Derm Institute, menilai handuk mandi idealnya dicuci setelah tiga hingga empat kali pemakaian. Kebiasaan ini penting untuk mencegah penumpukan kuman, bau tidak sedap, serta risiko iritasi kulit, terutama bagi mereka yang sering berkeringat atau tinggal di daerah lembap.

Frekuensi mencuci handuk

Handuk yang dipakai berulang kali dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri karena kondisi lembap setelah digunakan. Saat digantung begitu saja, sisa air pada serat kain membuat mikroorganisme lebih mudah berkembang.

Annie Chiu menjelaskan bahwa mencuci handuk setiap tiga sampai empat kali pakai merupakan batas ideal untuk menjaga kebersihan. Menurutnya, aturan ini membantu mencegah bau, sekaligus mengurangi potensi gangguan pada kulit.

Meski begitu, frekuensi mencuci handuk tidak selalu sama untuk setiap orang. Mereka yang mandi setiap hari tetapi jarang berkeringat mungkin masih dapat menggunakannya sedikit lebih lama, selama handuk tetap terasa bersih dan tidak berbau.

Risiko handuk kotor

Handuk yang jarang dicuci dapat menyimpan bakteri, sel kulit mati, dan minyak berlebih dari tubuh. Kondisi ini membuat handuk tidak lagi higienis meski secara visual tampak baik-baik saja.

Jika dipakai terus-menerus tanpa dicuci, handuk kotor berisiko memicu infeksi kulit. Pada sebagian orang, keadaan ini juga dapat memperparah masalah seperti jerawat atau iritasi ringan.

Tanda paling mudah dikenali adalah munculnya bau tidak sedap atau perubahan tekstur pada kain. Bila handuk sudah terasa kurang segar meski baru beberapa kali digunakan, sebaiknya segera masuk mesin cuci.

Kondisi yang perlu diperhatikan

Orang yang rutin berolahraga atau mudah berkeringat disarankan lebih sering mengganti handuk. Keringat yang menempel lebih cepat membuat kain lembap dan memicu pertumbuhan kuman.

Hal serupa berlaku bagi mereka yang tinggal di wilayah lembap, karena proses pengeringan handuk menjadi lebih lama. Semakin lama handuk basah, semakin besar pula risiko bau dan bakteri berkembang.

Kebiasaan menggantung handuk di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik juga memperburuk keadaan. Karena itu, handuk sebaiknya dijemur atau diletakkan di tempat yang memungkinkan udara mengalir dengan lancar.

Tanda handuk perlu diganti

Seiring pemakaian, handuk mandi akan kehilangan kelembutan dan daya serapnya. Jika air sulit terserap dengan baik atau permukaan kain terasa kasar, itu menjadi tanda handuk mulai aus.

Menurut para ahli dari Cozy Earth, usia handuk sangat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari, klorin, cara mencuci, dan frekuensi pemakaian. Kombinasi faktor tersebut membuat kualitas handuk menurun lebih cepat dari yang diperkirakan.

Meski begitu, handuk lama tidak harus langsung dibuang. Barang tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai kain lap atau disumbangkan ke tempat penampungan hewan, selama kondisinya masih layak pakai.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!