Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet RI

Teknologi Moh. Royhan Nahado 24 Mei 2026 16:25 WIB 6
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet RI

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan akan menjadi salah satu tulang punggung layanan internet berbasis satelit di Indonesia, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian ini berlangsung di Jakarta pada Senin malam, 11 Mei 2026, dengan kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit Nusantara Lima atau N5 disebut tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjangkau Malaysia dan Filipina. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menilai kehadiran satelit ini menjadi simbol kemandirian nasional sekaligus penguat posisi Indonesia dalam konektivitas digital di kawasan ASEAN.

Satelit Nusantara Lima Beroperasi

Adi Rahman Adiwoso menegaskan bahwa pengoperasian Satelit Nusantara Lima menjadi tonggak penting bagi PSN dan Indonesia. Menurut dia, satelit ini mencerminkan kemampuan nasional dalam menjaga kemandirian konektivitas di tengah dinamika global. Ia menambahkan bahwa keberadaan N5 juga memperlihatkan meningkatnya peran Indonesia dalam penyediaan layanan digital di Asia Tenggara.

Satelit N5 memiliki cakupan wilayah Indonesia, Malaysia, dan Filipina. PSN menyebut satelit ini sudah dipastikan akan digunakan sebagai konektivitas nasional di Filipina. Di saat bersamaan, perseroan juga masih menjajaki pemanfaatan di Malaysia.

Dari total kapasitas 160 Gbps, porsi terbesar tetap dialokasikan untuk Indonesia. PSN menyebut sekitar 20 Gbps digunakan untuk Filipina dan 20 Gbps untuk Malaysia, sedangkan sisanya dipakai untuk kebutuhan di Tanah Air. Komposisi tersebut menunjukkan fokus utama satelit ini pada pemerataan akses internet nasional.

Fokus Pemerataan Akses Internet

PSN menempatkan wilayah Indonesia sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan kapasitas Satelit Nusantara Lima. Sekitar 140 Gbps disiapkan untuk melayani kebutuhan domestik. Kapasitas ini ditujukan agar akses internet lebih merata hingga daerah yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial.

Adi menjelaskan bahwa target pengguna satelit ini sangat beragam. Layanan akan menyasar pemerintah, swasta, hingga berbagai lembaga lainnya. Menurut dia, Indonesia membutuhkan opsi konektivitas yang andal dan bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan.

Pemerataan akses internet menjadi salah satu alasan utama pengoperasian satelit ini. PSN menilai infrastruktur satelit masih relevan untuk menjangkau daerah 3T secara lebih efisien. Dengan demikian, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh sektor publik, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat umum.

Investasi dan Perizinan PSN

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap awal hingga pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Nilai tersebut mencerminkan besarnya skala proyek yang digarap perusahaan. Investasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional.

Resminya pengoperasian satelit ini terjadi setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut diperoleh usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 dan 24 April 2026. Proses ini menjadi syarat penting sebelum satelit dinyatakan siap beroperasi penuh.

Dengan status perizinan yang lengkap, Satelit Nusantara Lima kini masuk fase layanan komersial dan nasional. PSN menilai keberhasilan ini memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan industri satelit dalam negeri. Ke depan, kapasitas yang tersedia diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan konektivitas secara lebih luas.

Penguatan Infrastruktur Digital Nasional

Satelit Nusantara Lima sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Tahapan tersebut menunjukkan kesiapan teknis satelit sebelum masuk ke fase operasional.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi sudah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Jaringan itu mencakup tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan. Integrasi ini menjadi fondasi utama bagi distribusi layanan internet satelit di berbagai wilayah.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Layanan internet cepat diharapkan mendukung sektor bisnis, layanan publik, hingga penguatan keamanan nasional. Di tengah kebutuhan konektivitas yang terus tumbuh, kehadiran satelit ini menjadi bagian penting dari strategi digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!