Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 25 Mei 2026 18:12 WIB 3
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet Nasional

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan disiapkan menjadi tulang punggung layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian ini berlangsung di Jakarta, Senin malam, dengan kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Satelit berkapasitas 160 Gbps tersebut diharapkan memperluas akses konektivitas nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital Asia Tenggara. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kehadiran satelit ini sebagai simbol kemandirian nasional dalam menghadirkan infrastruktur komunikasi yang andal.

Satelit Nusantara Lima

Adi Rahman Adiwoso menyampaikan bahwa Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan layanan untuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Menurut dia, kehadiran satelit ini mencerminkan peningkatan kekuatan Indonesia dalam penyediaan konektivitas digital di kawasan ASEAN.

Ia menegaskan bahwa pengoperasian satelit tersebut menjadi langkah penting bagi kemandirian infrastruktur telekomunikasi nasional. Dalam pandangannya, kebutuhan terhadap konektivitas yang andal semakin besar di tengah dinamika global yang terus berubah.

Untuk saat ini, satelit itu telah dipastikan digunakan sebagai konektivitas nasional di Filipina. Di saat bersamaan, PSN juga masih menjajaki potensi pemanfaatan layanan serupa di Malaysia.

Adi menyebut kondisi tersebut membuktikan bahwa negara-negara tetangga juga membutuhkan dukungan konektivitas yang mandiri dan stabil. Ia menilai kebutuhan itu semakin relevan dalam menghadapi perubahan geopolitik dunia.

Kapasitas dan Pembagian

Dari total kapasitas 160 Gbps, mayoritas alokasi tetap diprioritaskan bagi Indonesia. PSN menempatkan 20 Gbps masing-masing untuk Filipina dan Malaysia, sementara sisanya digunakan di Tanah Air.

Adi menegaskan bahwa Indonesia menjadi pasar utama karena kebutuhan penggunaan masih sangat besar. Ia mengatakan kapasitas itu disiapkan agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor secara luas.

Target pengguna satelit ini mencakup pemerintah, swasta, hingga lembaga lainnya. PSN ingin menghadirkan opsi konektivitas yang bisa diandalkan bagi kebutuhan layanan digital di Indonesia.

Dengan struktur pembagian tersebut, Satelit Nusantara Lima diharapkan mampu mendukung pemerataan akses internet. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan digital antardaerah.

Investasi dan Perizinan

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap awal hingga Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi. Nilai investasi tersebut mencerminkan besarnya komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur satelit nasional.

Pengoperasian satelit ini baru dilakukan setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Seluruh proses perizinan menjadi bagian penting sebelum layanan dapat dijalankan secara komersial.

Izin tersebut diperoleh setelah Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026. Uji itu memastikan seluruh sistem memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah.

Dengan legalitas yang telah lengkap, Satelit Nusantara Lima kini dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan konektivitas. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan infrastruktur digital berbasis satelit.

Jangkauan dan Manfaat

Satelit Nusantara Lima sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN juga mengintegrasikan seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan. Integrasi ini menjadi fondasi penting agar layanan satelit dapat berjalan optimal di berbagai wilayah.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Layanan yang disiapkan mencakup kebutuhan internet cepat untuk publik, sektor bisnis, dan penguatan keamanan nasional.

Keberadaan satelit ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas pemerataan digital di Indonesia. Dalam jangka panjang, Satelit Nusantara Lima diharapkan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas nasional yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!