Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet Nasional

Teknologi BRH 22 Mei 2026 04:28 WIB 8
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet Nasional

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan akan menjadi salah satu tulang punggung layanan internet berbasis satelit di Indonesia. Kehadirannya ditujukan untuk memperluas konektivitas digital, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian pengoperasian satelit berkapasitas 160 Gbps itu disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut Satelit Nusantara Lima sebagai simbol penting bagi kemandirian nasional di bidang konektivitas. Menurut dia, cakupan satelit ini tidak hanya menjangkau Indonesia, tetapi juga Malaysia dan Filipina. Dari total kapasitas 160 Gbps, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.

Perkuat Konektivitas Nasional

Adi mengatakan, sekitar 140 Gbps difokuskan untuk Indonesia. Alokasi tersebut diprioritaskan untuk pemerataan akses internet di berbagai wilayah, termasuk layanan bagi pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya. Ia menegaskan, kapasitas besar ini diharapkan memberi opsi konektivitas yang andal bagi kebutuhan nasional.

Di sisi lain, masing-masing 20 Gbps disiapkan untuk Filipina dan Malaysia. Saat ini, Satelit Nusantara Lima telah dipastikan digunakan sebagai konektivitas nasional di Filipina. PSN juga masih melakukan penjajakan kerja sama dengan Malaysia.

Menurut Adi, kebutuhan negara-negara tetangga terhadap konektivitas mandiri menunjukkan pentingnya infrastruktur digital di tengah dinamika global. Ia menilai kehadiran satelit ini menjadi bukti bahwa kawasan ASEAN membutuhkan solusi komunikasi yang kuat dan stabil. Dalam konteks itu, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai penyedia layanan satelit regional.

Investasi Dan Perizinan

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun untuk pembangunan hingga pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Nilai tersebut mencerminkan besarnya komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem satelit nasional. Investasi itu juga diarahkan untuk mendukung layanan internet yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Pengoperasian satelit ini resmi setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin diberikan setelah Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026. Proses tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum satelit dapat digunakan secara penuh.

Sebelumnya, Satelit Nusantara Lima diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Seluruh tahapan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional di orbit.

Jangkauan Dan Infrastruktur

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi tersebut mencakup tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan. Dengan jaringan yang tersambung, distribusi layanan internet diharapkan lebih stabil dan luas.

Satelit Nusantara Lima disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Kapasitas 160 Gbps membuatnya mampu menopang kebutuhan akses internet dalam skala besar. Keberadaan satelit ini juga memperkuat kapasitas satelit nasional untuk mendukung pemerataan digital.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan melayani masyarakat, sektor bisnis, hingga kebutuhan keamanan nasional. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penopang penting bagi transformasi digital Indonesia. Dalam jangka panjang, manfaatnya diperkirakan terasa hingga wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial.

Manfaat Jangka Panjang

Kehadiran Satelit Nusantara Lima diharapkan membuka akses internet cepat bagi lebih banyak masyarakat. Pemerataan konektivitas dinilai penting untuk mendukung pendidikan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi digital. Wilayah 3T menjadi salah satu penerima manfaat utama dari operasional satelit ini.

Di sektor bisnis, kapasitas satelit yang besar dapat membantu memperluas layanan komunikasi di daerah yang belum terjangkau jaringan fiber optik. Sementara itu, lembaga pemerintah dan institusi lainnya dapat memanfaatkan konektivitas yang lebih andal. Hal ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor.

Selain untuk kebutuhan sipil, Satelit Nusantara Lima juga diproyeksikan memperkuat keamanan nasional. Dukungan infrastruktur komunikasi yang stabil dinilai penting dalam menghadapi tantangan geografis Indonesia yang luas. Dengan demikian, satelit ini tidak hanya menjadi proyek teknologi, tetapi juga aset strategis negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!