Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi Perkuat Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 20:21 WIB 4
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi Perkuat Internet Nasional

Jakarta — Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi pada Senin malam, 11 Mei 2026, di Jakarta, dan akan memperkuat layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia. Kehadiran satelit berkapasitas 160 Gbps ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas, terutama bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.

Peresmian tersebut disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut Satelit Nusantara Lima sebagai simbol penting kemandirian nasional dalam menghadirkan konektivitas digital.

Satelit Nusantara Lima Beroperasi

Satelit Nusantara Lima resmi memasuki fase operasional setelah melalui rangkaian uji laik operasi dan memperoleh izin dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut mencakup jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan layanan VSAT.

Adi mengatakan pengoperasian satelit ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan menghadirkan infrastruktur strategis secara mandiri. Menurut dia, kehadiran satelit ini penting di tengah dinamika politik global yang mendorong kebutuhan konektivitas andal.

Satelit N5 juga menandai langkah baru dalam penguatan ekosistem digital nasional. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, satelit ini dipersiapkan untuk melayani kebutuhan internet yang terus meningkat.

Kapastitas Besar untuk Internet

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit Nusantara Lima disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Kapasitas tersebut diarahkan untuk mendukung pemerataan akses internet di Indonesia secara lebih luas.

PSN menempatkan mayoritas kapasitas, yakni 140 Gbps, untuk kebutuhan di Tanah Air. Sementara itu, masing-masing 20 Gbps dialokasikan untuk Filipina dan Malaysia.

Adi menjelaskan pemanfaatan kapasitas satelit itu akan menyasar pemerintah, swasta, dan berbagai lembaga lainnya. Tujuannya adalah menyediakan opsi konektivitas yang lebih andal dan dapat dipakai untuk kebutuhan strategis.

Satelit Nusantara Lima dan ASEAN

Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan wilayah Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dalam keterangannya, Adi menyebut hal itu menunjukkan meningkatnya peran Indonesia dalam konektivitas digital kawasan ASEAN.

Ia menambahkan Filipina telah dipastikan menjadi salah satu pengguna konektivitas satelit ini. Di saat yang sama, PSN juga tengah menjajaki kebutuhan pasar di Malaysia.

Menurut Adi, negara-negara tetangga membutuhkan kemandirian konektivitas di tengah dinamika global. Karena itu, satelit ini dipandang tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi stabilitas layanan digital regional.

Investasi dan Infrastruktur

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp 8 triliun dari awal pembangunan hingga pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Investasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur antariksa dan jaringan pendukung di darat.

Seluruh ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi ini menjadi fondasi bagi distribusi layanan internet ke berbagai wilayah di Indonesia.

Satelit yang diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025 itu sempat menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Dengan tahapan tersebut, Satelit Nusantara Lima kini siap mendukung internet cepat untuk masyarakat, dunia usaha, hingga penguatan keamanan nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!