Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 22 Mei 2026 02:11 WIB 9
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Perkuat Internet Nasional

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan akan menjadi tulang punggung layanan internet berbasis satelit di Indonesia, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Pengoperasian satelit berkapasitas 160 Gbps itu menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas digital nasional.

Peresmian di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026, disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wamendiktisainstek Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menegaskan, kehadiran Satelit Nusantara Lima menjadi simbol kemandirian nasional di bidang konektivitas.

Kapasitas dan Cakupan

Adi menjelaskan, Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Menurut dia, cakupan tersebut menunjukkan penguatan posisi Indonesia dalam penyediaan konektivitas digital di kawasan ASEAN.

Di Indonesia, kapasitas terbesar tetap dialokasikan untuk kebutuhan nasional. Dari total 160 Gbps, sebanyak 140 Gbps disiapkan untuk Tanah Air, sementara masing-masing 20 Gbps dialokasikan bagi Filipina dan Malaysia.

PSN menyebut sebagian kapasitas juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya. Skema ini dirancang agar satelit dapat menjadi opsi konektivitas yang andal untuk berbagai kebutuhan.

Perizinan dan Uji

Operasi Satelit Nusantara Lima dapat dimulai setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin itu terbit usai satelit lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026.

Keberhasilan uji tersebut menjadi penentu kesiapan satelit untuk masuk fase layanan komersial dan nasional. Pemeriksaan teknis memastikan seluruh sistem bekerja sesuai standar sebelum dioperasikan penuh.

Dengan status operasional resmi, Satelit Nusantara Lima diposisikan sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung pemerataan akses internet. Pemerintah dan operator berharap layanan ini dapat mempercepat konektivitas di daerah yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial.

Investasi dan Infrastruktur

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun dari tahap awal hingga pengoperasian satelit ini. Nilai investasi tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan infrastruktur untuk menghadirkan layanan internet berkapasitas tinggi.

Satelit Nusantara Lima sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN juga menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan. Seluruh infrastruktur ruas bumi itu telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa untuk mendukung layanan secara berkelanjutan.

Dampak Bagi Nasional

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit Nusantara Lima diproyeksikan memberi manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Layanan yang disediakan diharapkan mendukung masyarakat, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional.

Kapasitas 160 Gbps membuat satelit ini disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Posisi tersebut mempertegas kemampuan Indonesia dalam membangun sistem konektivitas yang lebih mandiri dan kompetitif.

Di tengah dinamika global dan kebutuhan digital yang terus meningkat, satelit ini dipandang sebagai jawaban atas tantangan pemerataan akses internet. Kehadirannya diharapkan mempercepat transformasi digital, khususnya di wilayah 3T yang masih membutuhkan koneksi stabil dan terjangkau.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!