Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Indonesia

Teknologi BRH 25 Mei 2026 14:01 WIB 4
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Indonesia

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan mulai diperkuat sebagai tulang punggung layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian yang digelar di Jakarta pada Senin malam, 11 Mei 2026, dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut pengoperasian satelit berkapasitas 160 Gbps itu sebagai simbol penting bagi kemandirian konektivitas nasional. Menurut dia, Satelit Nusantara Lima juga memperluas jangkauan konektivitas digital Indonesia ke kawasan ASEAN, termasuk Filipina dan Malaysia.

Satelit Nusantara Lima untuk internet

Adi menjelaskan, kapasitas satelit Nusantara Lima tidak seluruhnya dipusatkan untuk Indonesia karena sebagian dialokasikan untuk kebutuhan regional. Dari total 160 Gbps, sekitar 20 Gbps disiapkan untuk Filipina dan 20 Gbps untuk Malaysia, sementara sisanya digunakan di Tanah Air.

Dia menegaskan, porsi terbesar tetap diberikan untuk Indonesia karena kebutuhan pemerataan akses internet masih sangat tinggi. Kapasitas tersebut ditujukan untuk melayani pemerintah, swasta, dan berbagai lembaga yang membutuhkan konektivitas andal.

PSN menilai kehadiran satelit ini memberi opsi layanan yang lebih kuat bagi pengguna di dalam negeri. Dengan demikian, akses internet di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial dapat semakin terbuka.

Dukungan pemerataan akses digital

Satelit Nusantara Lima diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pemerataan akses digital nasional. Kehadiran satelit ini diharapkan membantu masyarakat di daerah 3T agar memperoleh layanan internet yang lebih cepat dan stabil.

PSN menyebut infrastruktur pendukung di darat juga telah disiapkan untuk mengoptimalkan operasi satelit. Sebanyak tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa.

Integrasi tersebut dinilai penting agar kapasitas satelit dapat dimanfaatkan secara maksimal di berbagai wilayah. Selain untuk kebutuhan publik, layanan ini juga diharapkan mendukung aktivitas bisnis dan sektor pendidikan.

Proses peluncuran dan izin

Sebelum resmi beroperasi, Satelit Nusantara Lima telah melewati rangkaian uji dan perizinan dari Kementerian Komunikasi dan Digital. PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal setelah satelit itu lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Uji laik operasi tersebut berlangsung pada 23 hingga 24 April 2026 dan menjadi tahapan penting sebelum layanan dioperasikan penuh. Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025.

Setelah peluncuran, Satelit Nusantara Lima menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Tahapan itu menegaskan kesiapan satelit untuk memasuki layanan komersial dan strategis.

Investasi dan proyeksi layanan

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun untuk pengembangan hingga pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Nilai tersebut mencerminkan besarnya skala proyek yang disiapkan untuk memperkuat kapasitas satelit nasional.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, satelit ini diproyeksikan menjadi infrastruktur penting bagi kebutuhan internet cepat di Indonesia. Layanan tersebut juga diharapkan memperkuat keamanan nasional melalui jaringan komunikasi yang lebih tangguh.

PSN menilai Satelit Nusantara Lima dapat menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Keberadaannya diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi konektivitas digital, baik untuk masyarakat maupun institusi di seluruh Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!