Satelit Nusantara Lima Perkuat Internet Nasional

Teknologi BRH 01 Juni 2026 19:33 WIB 4
Satelit Nusantara Lima Perkuat Internet Nasional

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan internet berbasis satelit di Indonesia, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian operasi satelit berkapasitas 160 Gbps itu berlangsung di Jakarta, Senin malam, dan disaksikan sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menegaskan, Satelit Nusantara Lima menjadi simbol kemandirian nasional dalam menjaga konektivitas digital. Selain melayani Indonesia, satelit ini juga memiliki cakupan ke Malaysia dan Filipina, sehingga memperluas peran Indonesia dalam ekosistem internet kawasan ASEAN.

Internet Satelit untuk Indonesia

Satelit Nusantara Lima dirancang untuk memperkuat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Dari total kapasitas 160 Gbps, sebanyak 140 Gbps dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri. Sisa kapasitas masing-masing 20 Gbps digunakan untuk Filipina dan Malaysia.

Adi menjelaskan bahwa prioritas utama tetap berada pada pasar Indonesia karena kebutuhan konektivitas nasional masih sangat besar. Menurut dia, pengguna layanan tersebut akan berasal dari pemerintah, swasta, hingga berbagai lembaga lain. Kehadiran satelit ini diharapkan memberi opsi koneksi yang andal dan stabil bagi berbagai sektor.

PSN menilai keberadaan Satelit N5 akan membantu memperkuat akses internet di daerah yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial. Layanan satelit juga dipandang penting untuk mendukung pemerataan digital, terutama di kawasan 3T. Dengan begitu, kesenjangan konektivitas antardaerah diharapkan semakin menyempit.

Peran Strategis Kawasan ASEAN

Selain untuk kebutuhan domestik, Satelit Nusantara Lima juga menunjukkan kemampuan Indonesia bersaing di pasar konektivitas regional. Adi menyebut, satelit ini telah dipastikan digunakan sebagai konektivitas nasional di Filipina. Sementara itu, PSN masih melakukan penjajakan untuk kerja sama di Malaysia.

Menurut Adi, kebutuhan negara-negara tetangga terhadap konektivitas mandiri semakin terlihat di tengah dinamika politik global. Ia menilai situasi tersebut menjadi bukti bahwa infrastruktur digital telah menjadi kebutuhan strategis di kawasan ASEAN. Dalam konteks itu, Indonesia dinilai memiliki posisi penting melalui pengoperasian satelit berkapasitas besar.

Dengan cakupan lintas negara, Satelit N5 tidak hanya berfungsi sebagai proyek telekomunikasi, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi teknologi. Indonesia dipandang mampu menawarkan solusi konektivitas yang relevan bagi kawasan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi nasional di industri satelit Asia Tenggara.

Investasi dan Perizinan

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap awal hingga Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi. Investasi tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan modal untuk membangun sistem satelit nasional yang andal. Perusahaan menyebut dana itu diarahkan untuk memastikan kesiapan teknologi, infrastruktur, dan layanan pendukung.

Pengoperasian satelit ini baru dilakukan setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut diterbitkan usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026. Proses itu menjadi tahap penting sebelum satelit dinyatakan layak melayani jaringan nasional.

Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, Satelit N5 menjalani fase Electric Orbit Raising hingga menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Dengan tahapan tersebut, sistem dinilai siap mendukung operasi jangka panjang.

Dampak bagi Layanan Digital

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi telah terhubung dengan segmen luar angkasa untuk mendukung operasi Satelit Nusantara Lima. Jaringan itu meliputi tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan yang kini telah terintegrasi. Integrasi ini diharapkan mempercepat distribusi layanan internet ke berbagai wilayah Indonesia.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan menjadi aset strategis bagi kebutuhan konektivitas nasional. Layanan ini ditujukan untuk masyarakat umum, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional. Kapasitas besar yang dimiliki juga membuka peluang penggunaan yang lebih luas di masa mendatang.

Keberadaan satelit berkapasitas 160 Gbps itu menandai babak baru penguatan infrastruktur digital Indonesia. Pemerataan akses internet diharapkan semakin cepat, terutama di daerah yang selama ini belum terlayani optimal. Dalam jangka panjang, satelit ini dapat menjadi fondasi penting bagi transformasi digital nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!