Satelit Nusantara Lima Dukung Pemerataan Internet Nasional

Teknologi BRH 27 Mei 2026 07:13 WIB 3
Satelit Nusantara Lima Dukung Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan memperkuat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Kehadiran satelit berkapasitas besar itu dinilai penting untuk menjangkau wilayah yang selama ini masih tertinggal dari layanan digital.

Meutya menyebut akses internet nasional saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, atau sekitar 230 juta penduduk. Pemerintah menargetkan seluruh 280 juta warga Indonesia dapat terhubung, termasuk masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar.

Internet Satelit untuk Daerah

Meutya menegaskan satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas hingga 160 Gbps, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan konektivitas di berbagai daerah. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan internet memadai.

Menurut dia, pemerataan layanan digital tidak boleh hanya berpusat di sekitar Pulau Jawa. Akses internet harus hadir dari Sabang sampai Merauke, serta dari Pulau Rote hingga Miangas.

Ia menilai kehadiran satelit buatan dan dikelola perusahaan dalam negeri menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian digital. Dengan demikian, kebutuhan konektivitas di pelosok dapat ditangani tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak luar.

Pemerataan Internet Nasional

Pemerintah saat ini menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital.

Fokus utama program ini berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat di kawasan tersebut memperoleh akses yang setara terhadap informasi dan layanan digital.

Meutya mengatakan hak masyarakat untuk terhubung harus dipenuhi secepat mungkin, terutama di daerah yang belum memiliki layanan internet. Karena itu, infrastruktur digital diposisikan sebagai kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.

Dampak Internet bagi Ekonomi

Meutya menekankan bahwa pembangunan konektivitas tidak boleh berhenti pada aspek teknis. Menurut dia, internet harus mendorong kesejahteraan, membuka peluang usaha, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia menilai akses digital yang baik akan membantu daerah berkembang lebih cepat. Pelaku usaha kecil, pelajar, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan internet untuk belajar, berdagang, dan berkomunikasi.

Namun, manfaat itu harus diiringi perlindungan yang memadai. Pemerintah, kata Meutya, perlu memastikan ruang digital tidak menjadi sarana kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan ancaman lain.

Kolaborasi Internet Berkelanjutan

Meutya menyebut Satelit Nusantara Lima sebagai infrastruktur strategis yang mendukung agenda transformasi digital nasional. Keberadaan satelit ini dianggap penting untuk memperkuat pemerataan layanan di seluruh wilayah Indonesia.

Ia juga menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju. Menurut dia, kerja sama tersebut harus menghasilkan sistem yang aman, berdaulat, dan berkelanjutan.

Dalam pandangannya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas dan berani untuk membawa transformasi digital ke arah yang lebih baik. Dengan dukungan industri nasional, pemerintah berharap pemerataan internet dapat berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!