Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Teknologi BRH 22 Mei 2026 18:28 WIB 6
Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan menjadi penggerak pemerataan akses internet di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Meutya mengatakan, akses internet nasional saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen masyarakat yang belum terhubung ke dunia maya. Kehadiran satelit berkapasitas 160 Gbps itu dinilai penting untuk memperluas konektivitas hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Satelit Nusantara Lima

Meutya menilai Satelit Nusantara Lima menjadi jawaban atas kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia. Satelit tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat dari Sabang sampai Merauke, termasuk pulau-pulau terluar. Dengan kapasitas besar, infrastruktur ini disebut dapat memperkuat layanan internet di daerah yang selama ini sulit terhubung.

Menurut Meutya, pemerintah ingin memastikan seluruh warga, termasuk sekitar 280 juta penduduk Indonesia, dapat menikmati akses digital. Ia menegaskan bahwa pemerataan internet tidak boleh hanya terfokus pada wilayah dekat pusat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, satelit dalam negeri dipandang sebagai solusi strategis untuk memperluas jangkauan layanan.

Pemerintah sebelumnya juga telah menghadirkan bantuan internet di wilayah terluar ketika infrastruktur belum tersedia secara memadai. Meutya mencontohkan langkah saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Miangas, ketika pemerintah membagikan Starlink untuk kebutuhan darurat konektivitas. Namun, menurut dia, kebutuhan jangka panjang tetap harus dipenuhi melalui kekuatan industri nasional.

Keberadaan Satelit Nusantara Lima juga dinilai sebagai bukti kemampuan industri dalam negeri untuk membangun sistem telekomunikasi yang lebih mandiri. Meutya menyebut perusahaan nasional perlu hadir untuk memastikan hak masyarakat atas informasi dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Dengan demikian, konektivitas tidak semata menjadi layanan tambahan, melainkan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.

Target Desa Tanpa Internet

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem digital nasional, terutama di wilayah 3T. Langkah itu diharapkan mendorong pemerataan manfaat teknologi hingga ke tingkat desa.

Meutya menilai pemerataan akses internet harus berjalan seiring dengan pembangunan kapasitas masyarakat. Ia mengatakan konektivitas yang hadir di suatu daerah tidak akan bermakna jika tidak diikuti peningkatan kesejahteraan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan internet menjadi pengungkit ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Dalam pandangannya, perlu ada keberpihakan agar masyarakat di daerah terpencil tidak hanya terhubung, tetapi juga terlindungi. Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan terhadap ancaman kekerasan siber, judi online, dan radikalisasi digital. Perlindungan itu dipandang sama pentingnya dengan pembangunan jaringan internet itu sendiri.

Fokus pada desa tanpa internet juga menunjukkan bahwa kesenjangan digital masih menjadi tantangan nyata. Pemerintah ingin memastikan kemajuan teknologi dapat dirasakan secara merata, bukan hanya di kota besar. Dengan target tersebut, akselerasi transformasi digital diharapkan berjalan lebih inklusif dan berkeadilan.

Dampak Ekonomi Digital

Menurut Meutya, konektivitas yang kuat akan memberi dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Akses internet memungkinkan pelaku usaha kecil menjangkau pasar yang lebih luas dan mempercepat distribusi informasi. Selain itu, layanan publik di desa dan pulau terpencil dapat berjalan lebih efisien.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak boleh berhenti pada penyediaan jaringan semata. Pemerintah, kata dia, harus memastikan infrastruktur tersebut benar-benar mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan begitu, internet dapat menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan warga.

Satelit Nusantara Lima diposisikan sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung agenda transformasi digital nasional. Kehadirannya diharapkan membantu penyediaan layanan internet di area yang sulit dijangkau oleh jaringan terestrial. Dalam konteks ini, satelit menjadi pelengkap penting bagi penguatan konektivitas nasional.

Meutya menyebut kolaborasi dengan industri perlu terus diperkuat agar ekosistem digital Indonesia semakin maju. Pemerintah ingin membangun sistem yang aman, berdaulat, dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan pelaku usaha. Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kolaborasi Industri Nasional

Meutya menilai Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang berani dan memiliki kapasitas kuat untuk menghadapi tantangan digital. Ia menyebut Pasifik Satelit Nusantara telah menunjukkan keberanian melalui kehadiran Satelit Nusantara Lima. Keberhasilan itu, menurut dia, harus menjadi contoh bagi penguatan industri nasional lainnya.

Pemerintah berkomitmen memperluas kerja sama dengan sektor swasta dalam pembangunan ekosistem digital. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyediaan infrastruktur sekaligus memperkuat daya saing nasional. Di sisi lain, kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang inovasi teknologi yang lebih besar.

Selain memperluas akses internet, pemerintah ingin memastikan masyarakat terlindungi dari risiko penggunaan ruang digital. Perlindungan terhadap anak-anak menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda transformasi digital. Karena itu, keamanan siber disebut harus berjalan beriringan dengan perluasan jaringan.

Dengan pengoperasian Satelit Nusantara Lima, pemerintah berharap pemerataan internet dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Infrastruktur ini diyakini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan layanan digital hingga pelosok negeri. Dalam jangka panjang, pemerataan konektivitas diharapkan memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!